Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat perwujudan investasi kuartal pertama tahun 2026 sebesar Rp498,8 triliun.
Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM pada Kamis (22/4/2026) mengungkapkan realisasi tersebut naik 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari tahun sebelumnya senilai Rp465,2 triliun.
“Capaian realisasi investasi pada triwulan I tahun 2026 tercatat Rp498,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerjanya adalah 706.569 atau naik 18,9 persen secara year-on-year,” ungkap Rosan, dilansir dari Antara.
Capaian realisasi triwulan pertama itu telah memenuhi 24,4 persen dari rencana target tahun ini yaitu Rp2.041,3 triliun.
Dari total investasi yang masuk ke Indonesia, rincian hasil penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan hasil penanaman modal asing (PMA) hampir sama.
PMDN bernilai Rp248,8 triliun (naik 6 persen secara tahunan) dan memiliki besaran 49,9 persen dari total capaian, sementara rasio PMA sebesar 50,1 persen dengan nilai Rp250 triliun.
Rosan menyebutkan lima negara penanam modal investasi paling banyak yakni Singapura kurang lebih 4,6 miliar dolar AS, Hong Kong (China) 2,7 miliar dolar AS, China 2,2 miliar dolar AS, Amerika Serikat 1,3 miliar dolar AS, dan Jepang 1 miliar dolar AS.
Sedangkan sektor-sektor yang mendapat investasi terbanyak yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp69,4 triliun); jasa lainnya (Rp64,2 triliun); pertambangan (Rp51,9 triliun); perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp48 triliun); transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp45,4 triliun).
“Sementara, kalau kita lihat daerah realisasi PMDN dan PMA triwulan I 2026 adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah,” ucap Rosan.
Melihat pertumbuhan tersebut ia berharap tren positif ini dapat bertahan pada triwulan II tahun 2026 serta meraih target investasi nasional tahun ini.(ant/vve/wld/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
