Minggu, 26 April 2026

Dirut Bulog Klaim Stok Beras 5 Juta Ton Bukti Swasembada, Bukan Sekadar Rekayasa

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (kanan) didampingi Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog (kiri) meninjau stok beras di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Antara

Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog menyatakan bahwa 5.000.198 ton stok cadangan beras pemerintah (CBP) merupakan bukti nyata keberhasilan swasembada pangan, bukan sekadar rekayasa data. Rizal menjelaskan, gudang penyimpanan Bulog saat ini terisi penuh oleh hasil produksi petani dalam negeri.

“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, gudang-gudang swasta yang disewa juga mengalami kondisi serupa. Nah ini menunjukkan negara kita betul-betul swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya,” kata Rizal seperti dikutip Antara, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, hal ini menunjukkan tingginya keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.

Tak hanya itu, ia juga mengajak semua pihak untuk melakukan survei langsung ke seluruh gudang Bulog di Indonesia jika meragukan kebenaran stok cadangan beras pemerintah saat ini. Langkah ini disebutnya sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam memastikan ketersediaan beras nasional.

Lebih lanjut, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, menurutnya stok beras yang dikelola Bulog berhasil menembus angka 5 juta ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Keberhasilan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh elemen masyarakat.

“Alhamdulillah per pagi ini, Kamis tanggal 23 April 2026 stok beras yang ada di gudang Bulog menembus angka 5.000.198 ton. Pencapaian lima juta ton ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” katanya.

“Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” tambah Rizal.

Saat ini, Bulog didukung oleh jaringan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri serta lebih dari 1.200 gudang mitra yang disewa dan tersebar di seluruh Indonesia. Stok itu menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program-program pemerintah terkait bantuan pangan.

Capaian yang diperolehnya juga menjadi pendorong bagi pihak Bulog sendiri untuk terus meningkatkan kinerja. “Semangat kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.

Dengan fondasi yang sudah cukup seperti ini, Bulog semakin yakin dapat menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan.

Di kesempatan yang sama, Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) saat melakukan sidak langsung dan melihat tumpukan beras terisi penuh di Gudang Filial Bulog Karawang, turut mengapresiasi seluruh jajaran Perum Bulog.

“Terimakasih Pak Dirut Bulog dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pada pagi ini”, kata Amran.(ant/mar/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 26 April 2026
27o
Kurs