Jumat, 24 April 2026

Siswa SMP di Surabaya Jadi Korban Penganiayaan Oleh Kawanan Diduga Jambret

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi Penganiayaan. Foto: iStock

Aksi kekerasan di jalanan kembali menyasar anak sekolah. Kali ini, menimpa seorang siswa kelas 1 SMP yang dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh dua orang pria tak dikenal, yang diduga kawanan penjambret.

Frida ibu korban yang tak disebutkan namanya menceritakan kejadian tersebut bermula saat anaknya pulang sekolah sendirian menggunakan sepeda angin di kawasan Asemrowo Kali, tepatnya di dekat Jembatan Asemrowo, Surabaya, Selasa (21/4/2026). Saat itu, anaknya tiba-tiba dicegat oleh seorang pria paruh baya yang tidak dikenal.

“Dicegat dengan dalih minta antar. Anak saya belum bilang iya atau tidak, bapaknya itu langsung naik ke sepedanya, sepeda anak saya. Langsunglah disupir sama bapaknya itu,” ujar Frida saat menceritakan kejadian tersebut kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (23/4/2026) sore.

Dalam kondisi bingung, korban kemudian dibawa berboncengan oleh pelaku. Meski sempat melintas di depan kantor polisi, Frida mengatakan anaknya seolah tidak bisa teriak minta tolong, seolah dihipnotis.

“Dia berhenti di depan Polsek Asemrowo tapi dia tidak berani untuk teriak, kasihan. Seperti kayak dihipnotis gitu. Setelah itu tasnya dirampas oleh bapak yang penjambretnya, digendong sama bapaknya itu. Terus bapaknya itu nyupir sepedanya, digiring ke Asem 1,” kata Frida.

BACA JUGA: Pemuda Surabaya Dikeroyok Sekelompok OTK Usai Dituduh Nabrak Warga, Motor dan HP-nya Dirampas

Setibanya di Jalan Asem 1, korban baru menyadari bahwa ada pelaku lain yang sudah menunggu. Dari cerita anaknya, kata Frida, pelaku kedua ini usianya lebih muda dari pelaku pertama, mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam.

Selanjutnya aksi kekerasan pun pecah di lokasi. Karena para pelaku tidak menemukan barang berharga di dalam tas sekolah korban, keduanya pun meluapkan emosinya menganiaya korban.

“Di sana anak saya dicekek, terus dipukuli kepalanya. Habis gitu ditonjok di hidung, hidungnya sampai memar dan beset-beset (memar-memar–red). Setelah itu dia sampai terjatuh golong kuming (tidak karuan), dia hampir sempat mau pingsan karena dipukul hidungnya itu,” kata Ibu Frida dengan nada sedih.

Beruntung, ponsel milik korban yang disimpan di saku celana tidak berhasil ditemukan pelaku. Setelah berhasil berdiri, barulah korban lari sambil berteriak minta tolong hingga akhirnya dibantu warga di sekitar Jalan Asem Nomor 18.

Melihat warga mulai keluar rumah menolong korban, kedua pelaku langsung melarikan diri. Berdasarkan ingatan anaknya, lanjut Frida, pelaku pertama adalah pria tua, sementara pelaku kedua lebih muda dengan rambut yang disemir.

Korban kini mengalami luka lebam di hidung serta benjolan di leher kanan akibat cekikan. Kejadian ini telah dilaporkan Frida ke Polsek Asemrowo didampingi Kepala Sekolah korban. Petugas kepolisian pun sudah mengajak korban untuk menelusuri rute kejadian guna mencari rekaman CCTV yang mungkin menangkap aksi para pelaku.

Terakhir, dari kejadian yang menimpa anaknya, Frida berpesan kepada para orang tua agar lebih waspada, terutama bagi anak-anak yang membawa ponsel saat pulang sekolah.

“Untuk yang punya anak sekitar SD atau SMP atau SMA lebih berhati-hati di jalan karena sekarang lagi marak untuk pengambilan HP. Soalnya pihak kepolisian itu juga bilang banyak kejadian di saat tahun-tahun ini, mulai Januari kemarin ini. Itu tujuan utama HP itu,” pungkasnya. (bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 24 April 2026
27o
Kurs