Selasa, 16 Juni 2026

Ini Stimulus Perekonomian dari Pemerintah buat Kelas Menengah ke Bawah Imbas Kenaikan BBM

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian. Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan stimulus perekonomian bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Pertama kan BBM yang kita pertahankan kan Pertalite dan B50. Terus stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah,” kata Airlangga Hartarto Menko Perekonomian di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Airlangga mengatakan stimulus bagi kelas menengah adalah program Magang Nasional, yang rencananya dibuka kembali pada Juli 2026.

“Kelas menengah salah satu program magang kan kita lagi dorong kembali di bulan Juli. BLT (Bantuan Langsung Tunai) bukan menengah tetapi yang di bawah,” ujarnya.

Belakangan, kalangan mahasiswa di berbagai daerah Indonesia menggelar aksi protes terkait program Makan Bergizi Gratis hingga kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang diangggap menurunkan daya beli masyarakat. Lantaran kenaikan tidak hanya terjadi pada minyak, melainkan komoditas lainnya di pasaran.

Di Jakarta mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin (UMHT) menyampaikan sejumlah tuntutan terkait evaluasi harga BBM yang dianggap membebani masyarakat Indonesia. Khususnya membatalkan kenaikan harga Petamax, karena dianggap menghancurkan daya beli masyarakat.

Sementara di Surabaya, massa aksi dari masyarakat sipil Kota Surabaya menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat. Misalnya kenaikan BBM, masa membawa poster yang bertuliskan “BBM Naik, Rakyat Tercekik” hingga “Rupiahku Meluncur, Presidennya Meroket ke Luar Negeri”.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur juga tengah mempersiapkan aksi pada Rabu (17/6/2026).

Muhammad Aqomaddin Koordinator Wilayah BEM SI Jatim menyatakan, salah satu poin yang akan dituntut adalah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) serta mengambil langkah konkret untuk memperkuat nilai tukar Rupiah.(lea/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 16 Juni 2026
32o
Kurs