Dalam upaya memperkuat peran humas sebagai jembatan informasi antara institusi Polri dan masyarakat, Bidang Humas Polda Jawa Timur menggelar pelatihan peningkatan skill public speaking yang bekerjasama dengan Suara Surabaya Media, Selasa (28/4/202).
Kegiatan yang masuk dalam program Suara Surabaya Academy ini diikuti oleh para Kasi Humas Polres jajaran dan personel Satker Polda Jatim yang berlangsung di salah satu hotel kawasan Juanda, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Jules Abraham Abast Kabid Humas Polda Jatim menegaskan pentingnya setiap petugas bidang humas untuk menguasai teknik berbicara di depan umum.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi dan pesatnya perkembangan teknologi, humas kepolisian memiliki peran strategis sebagai komunikator publik dalam menyampaikan berbagai peristiwa.
“Public speaking bukan sekadar gaya-gayaan menggunakan diksi bahasa Inggris, melainkan kemampuan berbicara di muka umum dengan tujuan memengaruhi, mengedukasi, dan memberikan informasi secara jelas, runtut, serta logis berdasarkan fakta dan data,” ujar Jules.
Kepada para peserta, Jules juga berbagai pengalaman saat dirinya mulai mengemban tugas kehumasan di berbagai Polda sejak 11 tahun silam.
Dia mengatakan bahwa berbicara di depan publik bukanlah kemampuan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari persiapan dan latihan yang konsisten.
Jules menegaskan bahwa Humas Polri harus mampu mengamankan kebijakan institusi dan menyebarluaskan program kerja serta keberhasilan Polri.
“Setiap orang mungkin bisa berbicara, namun belum tentu mampu berbicara dengan cara yang tepat, pada waktu yang tepat, dan kepada orang yang tepat,” ucapnya.
Melalui kolaborasi dengan Suara Surabaya Media, Jules berharap para personel Humas di jajaran Polda Jatim dapat bertransformasi menjadi komunikator yang handal, mampu mengelola opini publik secara positif dan semakin profesional dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat luas.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali dengan berbagai materi, mulai dari penyusunan struktur pesan hingga teknik verbal dan non-verbal.
Pada pelatihan ini, Jules juga menyoroti pentingnya ekspresi tubuh dalam menyampaikan pesan agar informasi lebih mudah diterima oleh publik.
“Berbicara jangan kaku. Gunakan gestur dan ekspresi yang tepat. Kalau kita melaporkan situasi tanpa ekspresi, pesannya kurang sampai,” pungkasnya.(wld/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
