Selasa, 28 April 2026

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229, Ini Faktor Pendorongnya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/4/2026) hari ini. Rupiah naik 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.229 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.243 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini terjadi di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas.

Ibrahim Assuaibi pengamat ekonomi mata uang dan komoditas menilai salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar adalah belum adanya kemajuan dalam upaya penyelesaian konflik kedua negara tersebut.

“Upaya untuk mengakhiri perang AS–Iran tampaknya terhenti, dengan Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup sehingga pasokan energi dari kawasan tersebut tidak dapat diakses secara optimal oleh pasar global,” ujarnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu keluar utama minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah, dengan porsi sekitar 20 persen dari konsumsi energi global.

Iran disebut sempat mengajukan proposal baru untuk membuka kembali jalur tersebut. Namun, pihak Amerika Serikat masih bersikap skeptis karena proposal itu dinilai belum menyentuh isu utama, yakni aktivitas nuklir Iran.

Dilansir dari Antara, situasi ini turut memperdalam kebuntuan diplomasi. Di sisi lain, Donald Trump Presiden AS dikabarkan tidak sepakat dengan pendekatan terbaru yang diajukan Teheran.

Menurut Ibrahim, ketegangan yang berlarut ini membuat pasar energi global tetap berada dalam tekanan, sementara jalur perdagangan di kawasan Teluk belum sepenuhnya pulih akibat pembatasan dan blokade yang masih berlangsung.

Selain faktor geopolitik, pasar juga menantikan hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan memberikan sinyal arah kebijakan suku bunga ke depan.

“The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Rabu (29/4/2026), sambil menunggu perkembangan inflasi dan dampak gangguan global,” kata Ibrahim.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan rupiah di level Rp17.245 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.277 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 28 April 2026
28o
Kurs