Minggu, 3 Mei 2026

PHDI Jatim Gelar Puncak Perayaan Nyepi di Pura Segara Surabaya, Sisipkan Pesan Perdamaian

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat hadir dalam acara Dharma Shanti Nyepi di Pura Segara Kenjeran Surabaya, Minggu (3/5/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Sebanyak 5.000-an umat Hindu se-Jawa Timur merayakan Dharmasanti sebagai puncak perayaan Nyepi di Pura Segara Surabaya pada Minggu (3/5/2026).

Pantauan suarasurabaya.net, perayaan Dharmasanti digelar sejak pagi dengan tabuhan gamelan bali oleh kelompok ibu-ibu dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jatim. Selain itu, acara juga dibuka dengan tari-tarian khas Bali serta sambutan dari Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim.

I Gusti Putu Raka Artama Ketua PHDI Jatim menerangkan, perayaan Dharmasanti tak sekadar dilakukan dengan sembahyang bersama. Tapi juga bagaimana umat bisa mencapai kedamaian.

“Dharmasanti bermakna mencapai kesantian atau kedamaian. Rangkaian perayaan Nyepi ini dimulai dari sejak kami mengadakan Catur Brata Penyepian, kemudian Ngembak Geni, dan diakhiri dengan Dharmasanti,” katanya saat diwawancara di sela acara.

Bagi umat Hindu, Dharmasanti juga diartikan sebagai momen untuk bersilaturahmi. Selaon itu, momen ini juga dimanfaatkan umat untuk melepaskan masih mekrama hal-hal yang tidak berkenan agar bisa saling memaafkan.

“Pada saat inilah kita semua bertemu untuk saling mekrama bersama,” tambahnya.

Sementara Khofifah dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh umat bisa memaknai dengan sungguh makna dari tema puncak perayaan Nyepi yakni, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”.

“Temanya menurut saya sangat kuat sekali. Bagaimana kita menjadikan satu bumi adalah satu keluarga. Artinya bahwa kita ini bersaudara,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu juga, Khofifah mengajak umat untuk saling menyayangi dan membangun perdamaian. Menurutnya, suara untuk membangun perdamaian jika disampaikan dalam gelombang yang besar, maka akan memberikan efek yang luar biasa.

“Maka suara untuk bisa hentikan perang dan bangun perdamaian, bisa disuarakan siapapun dan dari manapun. Kalau resonansinya besar, pasti akan ada yang tergerak,” tutupnya. (kir/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 3 Mei 2026
30o
Kurs