Minggu, 3 Mei 2026

Kemenhaj Pastikan Bus Sholawat Siaga 24 Jam Layani Jemaah di Makkah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Untuk mendukung mobilitas jemaah di Makkah, pemerintah menyediakan Bus Sholawat yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam. Foto: Kemenhaj

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memasuki hari ke-13 masa operasional. Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, hingga pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung lancar, tertib, dan berada dalam pengawasan petugas di seluruh titik layanan.

Berdasarkan data hingga Sabtu (2/5/2026), sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter atau 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.

Sementara itu, pergerakan jemaah menuju Makkah terus dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Seluruh proses mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas demi memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan antar kota suci.

Dari sisi layanan kesehatan, tercatat secara kumulatif 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga kini, 59 jemaah masih menjalani perawatan.

Selain itu, tujuh jemaah dilaporkan wafat, dengan penyebab utama serangan jantung dan radang paru-paru. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji, serta mendoakan almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah.

Maria Assegaff Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah haji hingga hari ke-13 berjalan sesuai rencana dan menunjukkan peningkatan kualitas layanan.

“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria dalam laman resmi Kemenhaj.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan melalui berbagai layanan inklusif yang disiapkan di lapangan.

“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Untuk mendukung mobilitas jemaah di Makkah, pemerintah menyediakan Bus Sholawat yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam. Layanan ini menghubungkan jemaah Indonesia ke Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

Sebanyak 452 armada disiapkan, termasuk 52 bus hidrolik yang dirancang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Layanan ini juga mencakup 21 rute dengan sistem kode warna dan nomor, serta didukung kartu panduan rute yang wajib dibawa jemaah.

Petugas haji disiagakan di berbagai titik untuk memberikan pendampingan apabila jemaah mengalami kendala selama pelaksanaan ibadah. Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan perdana jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.

Di tengah suhu ekstrem yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, pemerintah mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama beribadah.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegas Maria. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 3 Mei 2026
30o
Kurs