Minggu, 3 Mei 2026

Iran Ajukan Proposal Baru ke AS untuk Redakan Ketegangan Global

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran. Foto: Antara

Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran mengajukan proposal terbaru kepada sejumlah negara di Asia dan Eropa sebagai upaya meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Langkah diplomatik ini dilakukan melalui serangkaian komunikasi intensif dengan para menteri luar negeri dan pejabat tinggi kawasan pada Jumat (1/5/2026) hingga Sabtu (2/5/2026).

Dalam pembicaraan terpisah, Araghchi berkoordinasi dengan pejabat dari Turki, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Irak, Azerbaijan, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Prancis, Italia, serta Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Kaja Kallas, untuk membahas dinamika regional, termasuk peluang gencatan senjata dengan Washington.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa Araghchi menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz akibat apa yang ia sebut sebagai “agresi militer” Amerika Serikat dan Israel.

“Agresi militer AS dan Israel menimbulkan kerawanan serius di kawasan Teluk dan Selat Hormuz,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Iran.

Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak memulai konflik dan tetap membuka ruang diplomasi dengan syarat Amerika Serikat menghentikan pendekatan yang ia sebut sebagai “maksimalis”, termasuk tekanan, ancaman, dan tindakan provokatif.

“Iran tidak memulai perang dan tetap terbuka untuk diplomasi jika AS menghentikan pendekatan maksimalis, ancaman, dan tindakan provokatifnya,” kata Araghchi dilansir dari Antara, Minggu (3/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap penuh untuk mempertahankan negara dari segala bentuk ancaman.

Di sisi lain, Araghchi mengapresiasi sejumlah negara di kawasan yang dinilai berperan konstruktif dalam menjaga stabilitas dan mendorong jalur diplomasi agar eskalasi konflik tidak meluas.

Sementara itu, laporan yang dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa ketegangan meningkat setelah rangkaian serangan di kawasan yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan adanya aksi saling serang menggunakan rudal dan drone yang memperburuk situasi keamanan regional.

Media pemerintah Iran, IRNA, juga melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan proposal baru terkait negosiasi dengan AS melalui jalur diplomatik, termasuk kepada pihak di Pakistan, sehari sebelum pengumuman resmi tersebut.

Gencatan senjata yang disebut mulai berlaku pada 8 April disebut menjadi titik jeda sementara sebelum dilanjutkannya kembali pembicaraan tidak langsung antara delegasi Iran dan AS, meski perundingan sebelumnya dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menegaskan kembali bahwa jalur diplomasi tetap menjadi opsi utama, selama tekanan dan sanksi dari pihak AS tidak diperluas. Pemerintah Iran juga mengklaim bahwa sejumlah negara mitra di Asia dan Eropa memiliki peran penting dalam mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait proposal terbaru yang disampaikan Iran tersebut. (ant/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 3 Mei 2026
29o
Kurs