Saifullah Yusuf Menteri Sosial menegaskan seluruh proses pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat melalui APBN tahun anggaran 2025 dan 2026 telah dilakukan sesuai prosedur. Ia memastikan mekanisme pengadaan berjalan transparan, profesional, dan tetap mengacu pada pagu anggaran yang telah ditetapkan.
“Tentu melalui prosedur yang telah ditetapkan. Mekanisme pengadaan. Penanggung jawabnya adalah PPK atau Pokja. Proses dilalui dan pemenangnya tentu yang paling murah dan memenuhi standar yang telah ditetapkan,” kata Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, yang dilansir Antara, Selasa (5/5/2026).
Saifullah menjelaskan, penetapan harga tidak dilakukan sembarangan. Menurut dia, besaran pagu telah melalui survei pasar dan konsultasi, sedangkan pemenang tender dipilih dari pihak yang menawarkan harga paling kompetitif dengan tetap memenuhi spesifikasi dan standar teknis yang ditentukan.
Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait foto pemberian sepatu bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Saifullah menegaskan sepatu dalam foto tersebut bukan bagian dari pengadaan Kementerian Sosial, melainkan bantuan khusus dari Gubernur Jawa Timur kepada siswa Sekolah Rakyat saat acara di wilayah tersebut.
“Itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa Sekolah Rakyat saat acara di Jawa Timur, bukan pengadaan dari Kemensos. Sepatunya dari Ibu Khofifah, itu sumbangan. Jadi jangan salah paham karena gambarnya keliru,” tegasnya.
Dalam paparannya, Saifullah merinci setiap siswa Sekolah Rakyat menerima empat pasang sepatu, yakni sepatu harian atau sneakers, sepatu olahraga, sepatu Pakaian Dinas Harian (PDH), dan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Seluruh produk tersebut merupakan buatan dalam negeri sebagai bagian dari komitmen terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Berdasarkan data realisasi, harga sepatu PDL siswa memiliki pagu Rp700.000 dengan realisasi lelang sebesar Rp640.000. Untuk sepatu harian jenjang SMP dan SMA, harga realisasinya mencapai Rp300.000 dari pagu Rp500.000, sedangkan untuk jenjang SD sebesar Rp250.000.
“Setiap siswa dapat empat pasang sepatu. Semuanya sudah include dengan kaos kakinya. Kami terbuka untuk diaudit dan dicek apakah sudah memenuhi standar atau belum. Ini adalah bentuk afirmasi kita terhadap produk dalam negeri,” cetusnya.(ant/iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

