Selasa, 5 Mei 2026

Bonek Tunanetra dan Cinta Tanpa Batas untuk Persebaya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ade (kaus putih) dan Brian (kaus merah) saat menyaksikan pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (2/5/2026). Foto: Media Persebaya

Suara nyanyian Bonek menggema tanpa henti di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Sabtu (2/5/2026) sore. Di tengah lautan hijau itu, ada kisah yang tak biasa. Tiga suporter tunanetra hadir dan merasakan pertandingan dengan cara yang berbeda, namun sama kuatnya.

Mereka adalah Dewa, serta kakak beradik, Brian dan Ade. Meski tak dapat melihat langsung jalannya laga, semangat mereka tak kalah dari puluhan ribu Bonek lainnya. Mereka datang bukan sekadar menonton, tetapi untuk merasakan denyut pertandingan secara utuh.

Pada Sabtu sore itu Persebaya menjamu PSBS Biak. Di atas kertas, Persebaya bisa menang mudah. Sebab Bajul Ijo dalam tren positif. Persebaya dua kali menang beruntun. Mereka menumbangkan Malut United. Lalu pesta empat gol lawan Arema FC.

Namun, pertandingan Sabtu sore itu rupanya lebih seru daripada prediksi. Keseruan itu dapat ditangkap dengan baik oleh Dewa, Brian, maupun Ade.

Setiap pergerakan bola diterjemahkan melalui papan taktik yang bisa diraba. Garis sederhana di permukaannya berubah menjadi alur permainan yang hidup. Bola seakan bergerak dari kaki ke kaki, dari sisi ke sisi, dibantu narasi pendamping yang berbisik sepanjang laga.

Saat gol tercipta, suasana berubah menjadi ledakan emosi. Mereka berdiri, bersorak, dan larut dalam euforia yang sama. Dalam momen itu, batas antara melihat dan merasakan seolah hilang sepenuhnya.

Dengan alat bantu tersebut, pertandingan tidak lagi sekadar bayangan. Mereka bisa memahami arah serangan, situasi tendangan sudut, hingga dinamika permainan secara nyata melalui sentuhan.

“Kalau sudah hafal nama-nama pemain, kami bisa tahu siapa yang menguasai bola. Dari situ kami membangun gambaran sendiri di pikiran, seperti menonton dengan cara kami,” kata Dewa.

Dewa (kaus hitam), serta kakak beradik Brian (kaus merah) dan Ade (kaus putih) merupakan Bonek tunanetra saat melihat laga Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (2/5/2026) sore. Foto: Media Persebaya

Sabtu sore itu terasa istimewa untuk Dewa, Brian, Ade, dan lebih dari delapan ribu Bonek yang menghijaukan Stadion GBT. Persebaya berhasil mengamankan tiga poin usai menang telak 4-0.

Selepas laga, mereka tak langsung pulang. Laiknya ribuan Bonek lainnya, mereka berdiri dan menyanyikan lagu “Song for Pride” bersama pemain Persebaya dan penggawa PSBS Biak.

“Senang sekali bisa jadi bagian dari suporter di stadion. Saya suka suasananya, apalagi saat semua menyanyikan Song for Pride bersama. Rasanya merinding,” kata pria yang juga berprofesi sebagai guru di Gerakan Tunanetra Mengaji itu.

Bagi Dewa, ini bukan pengalaman pertama di stadion. Namun setiap kunjungan selalu menghadirkan rasa haru yang berbeda. Terlebih ketika Persebaya kembali menunjukkan performa terbaiknya.

Di luar stadion, Dewa mengaku tetap mengikuti perkembangan tim kesayangannya. Ia mengandalkan teknologi pembaca layar di ponsel untuk membaca berita sepak bola setiap hari. Informasi dari dalam dan luar negeri ia serap tanpa henti.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya ini juga melihat perkembangan klub dengan penuh harapan. Ia percaya Persebaya akan terus tumbuh melalui pemain muda dan manajemen yang kuat.

“Saya berharap manajemen bisa terus memperkuat tim, baik dari akademi maupun pemilihan pemain. Termasuk rencana IPO, semoga bisa memperluas jangkauan dan memperkuat klub,” harapnya.

Selain itu, ada harapan sederhana yang ia suarakan. Dewa ingin lebih banyak akses bagi penyandang disabilitas untuk menikmati atmosfer stadion secara langsung. Sepak bola, bagi mereka, bukan hanya soal visual. Ini tentang suara yang menggetarkan, kebersamaan yang menguatkan, dan rasa memiliki yang tak tergantikan. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 5 Mei 2026
29o
Kurs