Rabu, 6 Mei 2026

Pemerintah Genjot Belanja Negara untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian di Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Foto Biro Komunikasi Setpres

Pemerintah akan mengandalkan akselerasi belanja negara dan penguatan daya beli masyarakat untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026.

Strategi ini ditempuh setelah ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I 2026.

Airlangga Hartarto Menko Perekonomian mengatakan, pemerintah juga akan terus mendorong daya beli masyarakat yang jadi salah satu penopang meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal I 2026.

“Untuk pertumbuhan di Q2 memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah karena tahun lalu basis daripada belanja pemerintahan rendah dan tahun Q1 kemarin belanja pemerintah menjadi penopang,” kata Menko di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (5/5/2026).

Ke depan, Airlangga berhadap daya beli masyarakat dan gaji ke 13 ASN dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026.

“Kita menjaga daya beli daripada masyarakat dan gaji ASN ke-13, itu kan diharapkan bisa diberikan di bulan Juli. Nah, itu juga salah satu penopang. Kemudian beberapa insentif sedang dipikirkan oleh pemerintah,” katanya.

Salah satu insentif yang akan dikeluarkan pemerintah terkait otomotif.

“Nah, salah satu juga untuk sektor misalnya di otomotif dan motor. Dan dari segi manufaktur memang ada apa penurunan tapi dari PMI-nya (Purchasing Managers’ Index) BI masih di atas 52. Jadi masih ada optimisme terhadap sektor manufaktur,” pungkasnya.

Soal proyeksi pertumbuhan kuartal II 2026, Airlangga mengatakan belum ada proyeksi terbaru.

Sebelumnya, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 naik 5,61 persen (y-on-y). Di mana Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 terhadap triwulan IV 2025 terkontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q).

Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen (y-on-y). (lea/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 6 Mei 2026
33o
Kurs