Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kondisi kesehatan para jemaah menjadi perhatian khusus, terutama bagi petugas kesehatan.
Tri Widiyani Tim Promosi Kesehatan Sektor 1 Makkah mengimbau agar para jemaah haji untuk lebih disiplin dalam menjaga kondisi fisik tetap prima saat melaksanakan rukun dan wajib haji nanti.
Dia juga membagikan sejumlah tips praktis bagi jemaah selama berada di tanah suci. Berikut adalah panduan kesehatan yang perlu diperhatikan:
1. Istirahat Cukup dan Batasi Aktivitas Sunah
Jemaah diminta untuk tidur minimal 6 hingga 8 jam setiap hari. Mengingat cuaca dan kepadatan yang ekstrem, jemaah diharapkan tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunah secara berlebihan.
“Jangan memaksakan diri, utamakan ibadah yang wajib dan rukunnya saja. Sesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh masing-masing,” kata Tri Widiyani.
2. Pola Makan Teratur dan Nutrisi Tambahan
Jemaah wajib makan secara teratur (pagi, siang, dan malam) sesuai jadwal katering yang disediakan. Selain itu, untuk menjaga energi, jemaah disarankan mengonsumsi camilan pada pukul 09.00 pagi atau 15.00 sore waktu setempat, misalnya dengan memakan tiga butir kurma.
3. Cegah Dehidrasi dengan Minum dan Oralit
Kecukupan cairan adalah kunci utama menghadapi cuaca panas di Makkah. Jemaah diimbau minum minimal 200 ml (satu gelas) setiap jam. Jika menggunakan botol ukuran 600 ml, pastikan air tersebut habis dalam waktu tiga jam.
“Selain air putih, jemaah disarankan meminum satu saset oralit saat beraktivitas di luar ruangan. Oralit berfungsi menjaga stamina, merehidrasi cairan tubuh, serta mencegah batuk dengan melembapkan tenggorokan,” jelasnya.
4. Disiplin Obat dan Segera Lapor Petugas
Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit, sangat penting untuk minum obat secara rutin sesuai anjuran dokter kloter. Jika merasa pusing, mual, atau sesak napas, segera hubungi petugas kesehatan terdekat.
5. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Saat keluar hotel, jemaah wajib melindungi diri dari sengatan matahari dengan menggunakan pelindung kepala berupa payung, topi, atau sorban. Kemudian kacamata hitam atau masker, serta pelembap bibir dan hand body lotion untuk mencegah kulit pecah-pecah.
“Sedangkan untuk meredakan rasa panas pada bagian tubuh terbuka, jemaah bisa menyemprotkan air ke wajah atau bagian tubuh lainnya. Selain itu, jemaah juga disarankan menggunakan kaus kaki dan alas kaki yang nyaman,” ungkapnya.
6. Amankan Sandal, Cegah Kaki Melepuh
Satu hal yang terlihat sepele namun fatal menurut Tri adalah kehilangan sandal. Sehingga jemaah diminta selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal saat masuk ke masjid.
“Jangan pernah meninggalkan sandal di luar. Berjalan tanpa alas kaki di atas aspal atau lantai yang panas bisa menyebabkan kaki melepuh atau luka bakar,” tegasnya.
Dengan mengikuti tips kesehatan ini, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat.(kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

