Kamis, 7 Mei 2026

Dirut Bulog Ungkap Stok Beras Nasional Capai 5,23 Juta Ton, Sebut Aman Hingga 2027

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog memberi keterangan kepada awak media ditemui usai menyerahkan bantuan paket sembako kepada pekerja kebersihan secara simbolis di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Antara

Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog menyatakan stok beras nasional kini mencapai 5,23 juta ton. Angka itu menurutnya dalam keadaan aman untuk menjaga ketahanan pangan hingga tahun depan.

“Untuk seluruh Indonesia stok (cadangan beras pemerintah yang dikelola) Bulog itu sekarang sudah mencapai 5,23 juta ton. Dan ini bisa untuk ketahanan pangan kita sampai tahun depan,” kata Rizal di Jakarta, Kamis (7/5/2026) yang dikutip Antara.

Dirut Bulog memastikan, ketersediaan stok tersebut cukup dalam menghadapi potensi gangguan produksi pangan, termasuk ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun mendatang.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tak mengkhawatirkan jumlah pasokan beras nasional. Pasalnya, Rizal menyebut bahwa pemerintah memiliki cukup cadangan pangan dan kualitasnya pun terus dijaga. Distribusi melalui pengelolaan gudang juga dilakukan secara optimal.

Bahkan ia mengatakan gudang Bulog terbuka bagi publik dan juga mempersilahkan masyarakat untuk memantau kondisi gudang Bulog secara langsung yang ada di berbagai daerah, guna memastikan transparansi pengelolaan stok beras nasional.

Kebijakan keterbukaan tersebut merupakan arahan Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional agar masyarakat dapat mengetahui kondisi nyata stok beras pemerintah di gudang Bulog.

“Jadi sekarang Bulog sudah terbuka untuk umum. Saya sampaikan, perintah dari Pak Mentan selaku Kepala Bapanas, gudang-gudang Bulog boleh diakses oleh siapapun juga,” ucapnya.

Adapun sebelum mengunjungi gudang Bulog, masyarakat dipastikan untuk menaati ketentuan terlebih dahulu, dengan melakukan pendaftaran dan konfirmasi izin agar seluruh kegiatan tetap terdata dan berjalan tertib.

Menurut Rizal, keterbukaan gudang dilakukan untuk menghilangkan kesan tertutup dalam pengelolaan pangan, serta membangun kepercayaan publik terhadap kondisi stok beras nasional saat ini.

“Namun harus terdaftar, harus dikonfirmasikan izin dulu. Jadi harus (izin dulu), nggak boleh liar juga gitu, tapi harus terdata, siapa yang mau melihat gudang Bulog, monggo kita buka dengan tangan terbuka,” ujarnya.

Sejauh ini, kunjungan ke gudang Bulog telah dilakukan sejumlah pelajar sekolah menengah atas melalui program study tour yang dilaksanakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Bulog juga berencana memperluas program kunjungan tersebut bagi mahasiswa perguruan tinggi.

“Kita nanti akan buat program study tour adik-adik mahasiswa KKL (kuliah kerja lapangan) di gudang-gudang Bulog, di sarana-sarana Bulog,” kata Rizal.

Ia berharap kunjungan itu nantinya dapat meningkatkan wawasan masyarakat mengenai ketahanan pangan nasional sekaligus memperlihatkan kondisi stok beras yang dinilai aman dan berlimpah.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami capaian swasembada pangan nasional serta mengetahui langsung pengelolaan beras yang dikelola pemerintah.

“Zaman sekarang kan zaman keterbukaan. Jadi tidak lagi ditutup-tutupin dan lain sebagainya. Harapan kami biar masyarakat tahu, siapapun, baik adik-adik mahasiswa, anak-anak sekolah, bahkan elemen-elemen masyarakat, biar tahu kondisi beras kita betul-betul berlimpah dan swasembada pangan,” tegasnya.

Diketahui, hingga Rabu (6/5/2026), Perum Bulog mengelola 5,2 juta ton stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional. Lalu hingga awal Mei 2026, penyerapan gabah petani di dalam negeri yang dilakukan Bulog tercatat mencapai 2,4 juta ton setara beras untuk penguatan CBP.

Rizal mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari target nasional sebesar 4 juta ton setara beras pada 2026 sebagaimana penugasan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas pasokan dalam negeri.(ant/mar/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 7 Mei 2026
29o
Kurs