Puluhan siswa SMK Saintren Al-Hasan Surabaya mengunjungi kantor Suara Surabaya Media pada Senin (11/5/2026). Kunjungan ini bertujuan menambah wawasan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Mohammad Syaiful Hanafi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Saintren Al-Hasan Surabaya menyampaikan, kunjungan ini untuk memperkenalkan alur dunia kerja dan kedisiplinan kerja yang harus dipersiapkan sedari dini.
“Tujuannya ini (kunjungan) untuk mempersiapkan mereka ketika mau magang atau prakerin itu mereka sudah siap. Kenapa harus dipersiapkan jauh-jauh hari ini? Karena mereka bakal tahu seperti ini alur kerja dan kedisiplinan kerja itu seperti ini,” katanya.
Sebanyak 50 siswa kelas X hingga XII dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Desain Tata Busana (DTB) mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas interaktif.
Dalam sesi pelatihan, Fitriana Ayu memberikan materi dasar public speaking. Siswa dibekali teknik berbicara di depan umum, cara mengatasi rasa gugup, hingga strategi membangun rasa percaya diri saat menyampaikan gagasan.
Tak hanya teori, peserta juga diminta mempraktikkan kemampuan berbicara secara langsung melalui simulasi dan siaran on air. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka memperkenalkan diri, menceritakan hobi, hingga menyampaikan motivasi pribadi di depan peserta lain.
“Tadi kami diberitahu caranya agar percaya diri berbicara di depan umum,” kata Niswah Qaysyah saat on air di Radio SS.
Agung Achmadi perwakilan siswa menilai kunjungan ini membuka wawasan siswa mengenai perkembangan industri media yang kini tidak hanya berfokus pada radio, tetapi juga merambah platform digital dan media sosial.
“Saya baru tahu ternyata Suara Surabaya tidak hanya bergerak di bidang radio, tetapi juga media sosial dan website. Ada banyak hal yang bisa diterapkan, terutama dalam proses editing dan produksi konten,” ungkap Agung.
Di akhir sesi on air, Hendryta Destria Permatasari guru pendamping juga membagikan target proyek dari para siswanya sebagai bentuk penerapan langsung dari materi public speaking.
“Dari pembelajaran public speaking ini, akan bikin konten kecil-kecilan. Bisa mungkin drama yang nantinya bisa di publish di media sosial,” kata Hendryta. (mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

