Senin, 11 Mei 2026

Evakuasi Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Ditargetkan Selesai Hari Ini

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena, Jumat (24/4/2026). Foto: Antara

Evakuasi penumpang dari kapal pesiar mewah berbendera Belanda yang terdampak wabah hantavirus ditargetkan rampung pada Senin (11/5/2026). Pemerintah Spanyol menyatakan proses pemulangan dilakukan melalui penerbangan yang disiapkan Australia dan Belanda.

Reuters melaporkan, satu penerbangan dari Australia dijadwalkan mengevakuasi enam penumpang dari Pulau Tenerife, Spanyol. Sementara itu, penerbangan dari Belanda akan membawa 18 penumpang. Kedua penerbangan tersebut juga mengangkut penumpang dari negara lain yang tidak menyiapkan penerbangan repatriasi sendiri.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga Jumat mencatat delapan orang yang sudah tidak lagi berada di kapal jatuh sakit. Dari jumlah itu, enam orang terkonfirmasi terinfeksi virus. Tiga orang meninggal dunia, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.

Pada Minggu, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat menyatakan satu dari 17 warga Amerika yang dipulangkan dinyatakan positif terinfeksi virus strain Andes. Satu penumpang lainnya mengalami gejala ringan. Menteri Kesehatan Prancis juga menyebut seorang penumpang asal Prancis dinyatakan positif dan kondisinya memburuk. Namun, belum diketahui apakah dua kasus tersebut termasuk dalam enam kasus yang telah dilaporkan WHO.

Kapal MV Hondius membawa 147 penumpang dan awak saat klaster penyakit pernapasan berat pertama kali dilaporkan kepada WHO pada 3 Mei. Sebelumnya, 34 penumpang sudah lebih dulu meninggalkan kapal. Kapal itu berangkat dari Argentina pada Maret, singgah di Antarktika dan sejumlah lokasi lain, sebelum menuju perairan dekat Cape Verde di Afrika Barat. Pekan lalu, kapal sempat tertahan di wilayah tersebut setelah kabar wabah mencuat.

Wabah ini pertama kali terdeteksi petugas kesehatan di Johannesburg pada 2 Mei, saat mereka merawat seorang pria asal Inggris yang menjalani perawatan intensif setelah turun dari kapal. Kasus itu muncul sekitar tiga pekan setelah seorang penumpang lain meninggal dunia.

Setelah itu, kapal pesiar tersebut berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, pada Rabu dari perairan Cape Verde. Langkah itu diambil setelah WHO dan Uni Eropa meminta Spanyol menangani evakuasi penumpang setelah wabah terdeteksi.

Pesawat yang membawa penumpang dijadwalkan berangkat dari Tenerife menuju Kanada, Belanda, Turki, Prancis, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat pada Minggu dan Senin. Sebagian penumpang lainnya telah lebih dulu diterbangkan ke Madrid.

Setibanya di negara tujuan, para penumpang akan menjalani tes kesehatan. Setelah itu, mereka akan dibawa ke rumah sakit, fasilitas karantina, atau dipulangkan ke rumah untuk menjalani isolasi. WHO merekomendasikan karantina selama 42 hari bagi seluruh penumpang kapal, terhitung mulai Minggu.

Sementara itu, sekitar 30 awak akan tetap berada di kapal dan berlayar menuju Belanda pada Senin malam. Setelah tiba, kapal akan didisinfeksi.

Pejabat kesehatan meminta masyarakat tetap tenang. Mereka menegaskan virus ini jauh lebih rendah tingkat penularannya dibanding Covid-19 dan risikonya terhadap masyarakat umum tergolong kecil. “Ini bukan COVID dan kami tidak ingin memperlakukannya seperti Covid,” kata Jay Bhattacharya Pelaksana Tugas Direktur CDC Amerika Serikat dalam wawancara dengan CNN pada Minggu.

Kementerian Kesehatan Spanyol juga menilai risiko terhadap masyarakat luas rendah. Selain itu, otoritas menyebut tidak ditemukan hewan pengerat di dalam kapal.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Senin, 11 Mei 2026
32o
Kurs