Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan mengakui untuk pertama kalinya menyajikan menu daging slice yang diolah menjadi krengsengan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Pancasila 45 Surabaya dan sejumlah sekolah lain.
Menu tersebut diduga menjadi pemicu keracunan massal yang dialami sekitar 200 siswa pada Senin (11/5/2026).
Chafi Alida Najla Kepala SPPG Tembok Dukuh, Bubutan menyebut bahwa kemungkinan terjadi proses kontaminasi sampai makanan diterima siswa.
“Jadi saat kejadian itu berlangsung banyak laporan yang mana bahwa anak-anak itu mengeluhkan sakit perut setelah memakan dagingnya gitu. Tapi di dalam ompreng itu ada daging, nasi, dan sebagainya, mungkin saat anak-anak itu makan nasi juga sudah terkontaminasi seperti itu,” beber Chafi saat diwawancarai di Kantor SPPG Bubutan Tembok Dukuh, Senin (11/5/2026).
“Jadi memang permasalahannya dari makanan kan dagingnya sendiri sudah sesuai standarnya, seperti itu,” imbuhnya.
BACA JUGA:200 Siswa di Tembok Dukuh Surabaya Alami Gejala Keracunan Diduga karena MBG
Menurutnya, daging slice cukup rentan, namun dipastikan saat produk itu datang sebelum diolah, dalam keadaan segar dan tidak basi. Kemudian proses masak hari ini dimulai sejak Minggu (10/5/2026) kemarin sekira pukul 23.00 hingga 00.00 WIB.
“Kalau bumbunya sudah sesuai sama resep dan standar masaknya,” imbuhnya.
Chafi memastikan bahwa proses pengolahan dan bumbu yang dipakai juga sudah sesuai standar.
Namun ia membenarkan bahwa menu daging ini pertama kali disajikan hari ini. Sebelumnya, pernah namun berbentuk olahan. “Karena sebelumnya kita juga sudah pernah pakai olahan daging itu tidak apa-apa, seperti itu,” tambahnya.
BACA JUGA:Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Sebelum Siswa dan Guru di Surabaya Keracunan
Menurutnya menu ini diadakan karena permintaan para siswa, dan upaya inovasi SPPG.
“Lebih ke olahan daging seperti, pentol kita pernah, gitu itu termasuk olahan daging gitu. Tapi kalau yang memang daging ini baru pertama kali mengingat anak-anak ini yang request juga anak-anak, kita juga berusaha inovasi dan akhirnya kita mencoba untuk daging, daging slice dibentuk krengsengan,” paparnya lagi.
Total ada 13 sekolah wilayah distribusi MBG buatan SPPG-nya. Total biasanya ada 3.020 porsi, namun khusus hari ini 2.000-an karena pengiriman disetop setelah ada laporan keracunan.
“Karena hanya sekolah aja, karena saat saya menerima informasi bahwa ada sekolah yang keracunan langsung saya setop,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Puskesmas Tembok Dukuh mencatat ada 200 siswa dari 12 sekolah mengalami gejala keracunan diduga karena MBG. Semuanya rawat jalan, usai diperiksa di puskesmas dan RS IBI langsung diperbolehkan pulang. (lta/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

