Bintik matahari dan kanker kulit sama-sama bisa muncul sebagai bercak gelap pada kulit. Karena tampaknya kadang mirip, banyak orang sulit membedakan keduanya. Padahal, bintik matahari umumnya tidak berbahaya, sedangkan kanker kulit perlu segera diperiksa dan ditangani.
Dalam artikel Health yang ditinjau Katlein Franca, dermatologis di University of Miami Miller School of Medicine menjelaskan, bintik matahari, yang juga dikenal sebagai bintik usia atau liver spots, biasanya muncul sebagai bercak datar berwarna cokelat. Bentuknya cenderung bulat atau oval, warnanya bisa cokelat muda hingga hitam, dan paling sering muncul di area tubuh yang sering terkena sinar matahari, seperti wajah, kulit kepala, bahu, dan tangan. Kondisi ini bukan kanker dan biasanya tidak memerlukan pengobatan.
Sebaliknya, kanker kulit bisa muncul dalam bentuk yang lebih beragam. Ada yang tampak seperti benjolan kecil, bercak bersisik, luka terbuka yang tidak sembuh, atau area kulit yang berubah warna. Keluhannya juga bisa disertai rasa gatal, nyeri, berdarah, mengeluarkan cairan, atau mengerak. Kanker kulit dapat muncul di area yang sering terkena matahari, tetapi juga bisa muncul di bagian tubuh lain.
Salah satu jenis kanker kulit yang paling serius adalah melanoma. Untuk mengenalinya, ada aturan ABCDE. A (Asymmetrical) berarti bentuknya tidak simetris. B (Border) berarti tepinya tidak rata atau bergerigi. C (Color) berarti warnanya tidak seragam. D (Diameter) berarti ukurannya lebih besar dari kacang polong atau penghapus pensil. E (Evolving) berarti bentuk, ukuran, atau warnanya terus berubah.
Perbedaan paling utama terletak pada tingkat bahayanya. Bintik matahari umumnya tidak berbahaya dan lebih sering menjadi masalah kosmetik. Sementara itu, kanker kulit merupakan kondisi serius yang bisa berkembang dan menyebar bila tidak segera ditangani. Penanganannya pun berbeda. Kanker kulit dapat memerlukan operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, atau imunoterapi, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Bintik matahari biasanya tidak perlu diobati, meski sebagian orang memilih menghilangkannya untuk alasan penampilan.
Meski berbeda, keduanya memiliki beberapa kesamaan. Bintik matahari dan kanker kulit sama-sama sering muncul akibat paparan sinar ultraviolet atau UV. Karena itu, keduanya banyak ditemukan di area kulit yang sering terpapar matahari. Pemeriksaannya juga mirip, karena dokter akan melihat bentuk bercak, menanyakan gejala, dan bila perlu menyarankan biopsi kulit jika dicurigai sebagai kanker.
Seseorang juga bisa mengalami keduanya sekaligus, bahkan pada area kulit yang sama. Karena itu, setiap perubahan pada kulit sebaiknya tidak diabaikan. Jika muncul bintik baru, tahi lalat berubah bentuk atau warna, atau ada luka yang tidak kunjung sembuh, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan atau dokter kulit.
Cara terbaik untuk mencegah bintik matahari maupun kanker kulit adalah melindungi kulit dari sinar matahari. Gunakan tabir surya setiap hari, kenakan pakaian pelindung, topi, dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, berteduh saat matahari terik, serta hindari tanning bed dan lampu tanning.(iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

