Rasa takut ditinggalkan, terus-menerus membutuhkan kepastian, hingga mudah curiga saat pasangan berubah sikap bisa menjadi tanda seseorang mengalami anxious attachment style atau gaya keterikatan cemas. Pola ini membuat seseorang sulit merasa aman dalam hubungan, meski sebenarnya tidak selalu ada ancaman nyata.
Dalam ulasan media kesehatan Health yang ditinjau Kira Graves, psikolog, anxious attachment dijelaskan sebagai kondisi yang memicu rasa takut kehilangan dan kebutuhan akan kepastian secara berulang dalam relasi.
Orang dengan pola keterikatan ini biasanya lebih mudah merasa cemas dalam hubungan. Mereka kerap mencari tanda-tanda pasangan akan menjauh, sering meminta diyakinkan, atau langsung berpikir negatif ketika pesan tidak segera dibalas. Salah satu ciri yang paling umum muncul adalah hyperactivation, yaitu kondisi ketika seseorang menjadi sangat peka terhadap kemungkinan penolakan atau perpisahan.
Selain itu, anxious attachment juga dapat terlihat dari kebiasaan terlalu mencemaskan hubungan, merasa harus selalu dekat dengan pasangan, hingga sulit menyelesaikan masalah tanpa dukungan pasangan. Mereka juga cenderung lebih mudah membayangkan skenario terburuk. Meski perhatian atau pujian dari pasangan bisa memberi rasa tenang, perasaan aman itu biasanya hanya berlangsung sementara.
Pola keterikatan ini umumnya terbentuk sejak masa kecil. Anak belajar merasa aman ketika kebutuhan emosional dan fisiknya dipenuhi secara konsisten oleh pengasuh. Sebaliknya, perhatian yang tidak stabil dapat membuat rasa aman dalam hubungan terganggu hingga terbawa ke masa dewasa.
Pengalaman lain seperti kekerasan pada masa kecil, kehilangan orang tua atau pengasuh, kurangnya dukungan emosional, hingga tekanan dalam keluarga juga dapat memengaruhi terbentuknya anxious attachment.
Kecemasan pada orang dengan pola ini biasanya muncul lebih kuat dalam hubungan yang dekat atau intim. Konflik dengan pasangan, memulai hubungan baru, perubahan besar seperti tinggal bersama atau menikah, hingga tekanan hidup seperti kehilangan pekerjaan dapat menjadi pemicunya. Dalam situasi tersebut, pertengkaran kecil pun bisa terasa seperti ancaman besar.
Dampaknya tidak hanya pada hubungan asmara. Orang dengan anxious attachment cenderung lebih sulit percaya kepada orang lain, lebih sering mengalami konflik, dan merasa kurang puas dalam hubungan. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan kecemasan, depresi, hingga rendahnya rasa percaya diri.
Meski begitu, anxious attachment tidak selalu berarti hubungan akan gagal. Orang dengan pola ini sering kali memiliki empati tinggi, lebih peka terhadap perasaan pasangan, dan mampu menunjukkan perhatian yang besar.
Untuk mengelolanya, langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengenali pemicu kecemasan. Seseorang juga perlu mengomunikasikan hal-hal yang membuatnya merasa tidak aman kepada pasangan, lalu menyepakati cara menghadapi konflik dengan lebih sehat.
Selain itu, kemampuan menenangkan diri juga perlu dilatih, misalnya dengan menarik napas dalam, berjalan kaki, mendengarkan musik, atau memberi jeda sebelum bereaksi.
Menjaga kehidupan di luar hubungan juga dinilai penting. Bertemu teman, menjalani hobi, dan tetap dekat dengan keluarga dapat membantu seseorang tidak sepenuhnya menggantungkan rasa aman pada pasangan.
Memahami bahwa kecemasan tersebut mungkin berakar dari pengalaman masa lalu juga dapat membantu mengurangi rasa menyalahkan diri sendiri.
Pola keterikatan bukan sesuatu yang sepenuhnya menetap. Dengan hubungan yang sehat, komunikasi yang jelas, dan dukungan yang konsisten, seseorang dapat perlahan merasa lebih aman.
Bantuan profesional seperti terapi perilaku kognitif, terapi pasangan, psikoterapi interpersonal, hingga terapi psikodinamik juga dapat membantu seseorang memahami pola pikir, emosi, dan perilaku yang memengaruhi hubungan.
Sementara itu, pasangan dapat memberikan dukungan melalui komunikasi yang konsisten dan jelas. Batasan tetap perlu disampaikan dengan tegas, tetapi hangat. Sikap yang stabil memang tidak selalu langsung mengubah pola keterikatan seseorang, namun dapat membantu menciptakan rasa aman yang penting dalam proses pemulihan.(iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

