Sabtu, 4 Juli 2026

Iran Gugat Amerika Serikat Atas Operasi Militer ke Mahkamah Arbitrase

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Bendera Iran. Foto: CNN

Iran menggugat Amerika Serikat (AS) kepada Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, atas operasi militer AS terhadap Iran.

Laporan dari kantor berita Mizan pada Selasa (12/5/2026) mengatakan, gugatan tersebut secara khusus diajukan pada Februari-Maret 2026 yang meliputi tuduhan agresi militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran, pemberlakuan sanksi ekonomi, dan ancaman pengguanan kekuatan.

Gugatan diserahkan atas pelanggaran AS terhadap kewajiban internasional selama operasi militer pada Juni 2025 terhadap Iran.

Sebagai informasi, Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran pada 13 Mei 2025, yang kemudian memicu keterlibatan AS dalam konflik tersebut.

Iran dalam gugatannya meminta pengadilan arbitrase untuk menuntut AS menghentikan campur tangan langsung serta tidak terlibat langsung dalam urusan internal Iran. Teheran juga meminta AS untuk memberikan kompensasi penuh atas seluruh kerusakan yang disebabkan AS.

Dilansir dari Antara, Teheran mendasarkan tuduhannya pada Perjanjian Aljazair 1981, yang membentuk Pengadilan Klaim Iran-Amerika Serikat di Den Haag, Belanda, untuk menuntaskan sengketa dan menolak campur tangan AS dalam urusan Iran.

Untuk diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan ke beberapa titik di Iran sejak 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang Israel serta beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Klaim awal AS dan Israel mengenai serangan mereka adalah untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran. Namun klaim tersebut diperjelas oleh mereka dengan mengatakan kedua negara tersebut ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Gencatan senjata antara AS dan Iran disepakati dan dimulai pada 7 April, yang kemudian dilanjutkan pada pembicaraan kesepakatan di Islamabad, Pakistan, meski pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Sehari setelah pembicaraan terjadi, AS memberlakukan blokade di wilayah perairan Iran.

Para mediator AS dan Iran saat ini tengah mengupayakan pertemuan negosiasi baru. Donald Trump Presiden AS pada 4 Mei menegaskan bahwa tujuan utama Washington tetap memastikan Iran tidak melanjutkan program nuklirnya. (ant/vve/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 4 Juli 2026
28o
Kurs