Minggu, 5 Juli 2026

Anggota DPR RI Desak Kemenlu Segera Selamatkan WNI yang Ditangkap Israel

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR RI. Foto: Antara

TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR RI mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk segera menyelamatkan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dicegat dan ditangkap militer Israel yang menjadi aktivis di Global Sumud Flotilla.

Menurutnya, Kemenlu harus bergerak cepat untuk mengaktifkan jalur diplomasi back channel memanfaatkan instrumen multilateral guna memastikan keselamatan seluruh WNI.

“Pemerintah harus bergerak cepat melalui jalur diplomasi bilateral maupun multilateral. Indonesia perlu menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, serta meminta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) melakukan intervensi langsung demi memastikan kondisi para WNI,” kata Hasanuddin di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Mengutip dari Antara, adapun aktivis dan jurnalis WNI yang dinyatakan telah ditangkap militer Israel berjumlah sembilan orang.

Ia menilai tindakan Angkatan Laut Israel tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan navigasi internasional, sekaligus bentuk pengabaian terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa.

“Penangkapan terhadap relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil di perairan internasional tidak dapat dibenarkan. Ini bukan hanya menyangkut keselamatan WNI, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan terhadap misi kemanusiaan,” katanya.

Sedangkan menurutnya, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negaranya yang berada di luar negeri, termasuk mereka yang menjalankan misi kemanusiaan.

Adapun Kementerian Luar Negeri sebelumnya pun juga telah menyatakan mengecam keras aksi pasukan Israel yang kembali mencegat konvoi flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan Siprus serta penculikan terhadap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menyertainya.

“Kemenlu RI mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Yvonne Mewengkang Juru Bicara Kemenlu RI di Jakarta pada Senin (18/5/2026).

Yvonne mengatakan, insiden pencegatan konvoi kemanusiaan tersebut terjadi di perairan Siprus, yang terletak di bagian timur Laut Mediterania pada Senin waktu setempat.(ant/mar/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 5 Juli 2026
27o
Kurs