Rabu, 8 Juli 2026

Kapal Bantuan Gaza Dicegat Israel, Jurnalis Republika Minta Diselamatkan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tentara Israel mencegat kapal-kapal dari armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dan menangkap sejumlah aktivisnya. Foto: Istimewa

Sekelompok warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza dilaporkan dicegat pasukan Israel di perairan internasional.

Dalam rombongan tersebut terdapat sedikitnya dua wartawan dari Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Informasi mengenai insiden ITU disampaikan langsung oleh Andi Muhyiddin Pemimpin Redaksi Republika. Ia menyebut total terdapat sembilan relawan asal Indonesia yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut saat intersepsi terjadi.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” kata Andi dalam pernyataan resmi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, keselamatan para relawan dan jurnalis Indonesia kini menjadi perhatian utama. Ia menegaskan seluruh peserta misi berangkat dengan tujuan kemanusiaan untuk mengirimkan bantuan logistik bagi warga Palestina di Gaza.

“Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

BACA JUGA: Jurnalis Indonesia Diduga Disandera Israel, DPR RI Minta Langkah Diplomatik

Andi menambahkan, keberadaan wartawan dalam armada tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk meliput langsung situasi kemanusiaan yang terjadi di wilayah konflik.

Ia menilai tindakan pencegatan terhadap kapal bantuan dan awak sipil tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap misi kemanusiaan dan kebebasan pers.

“Tindakan Zionis Israel terhadap para relawan dan wartawan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Andi.

“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia, dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” lanjutnya.

Dilansir dari Antara, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah dimintai keterangan terkait dugaan penculikan relawan dan jurnalis Indonesia tersebut. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai langkah diplomatik yang akan ditempuh pemerintah Indonesia.

Di tengah berkembangnya informasi mengenai insiden itu, Republika juga menayangkan video Bambang Noroyono salah satu wartawannya yang direkam setelah armada dicegat.

Dalam video yang diunggah melalui media sosial Instagram, Bambang terlihat mengenakan jaket hitam sambil menunjukkan paspor Indonesia ke arah kamera.

“Jika anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” kata Bambang dalam video tersebut.

“Saya meminta agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Republika, armada Global Sumud Flotilla dicegat pada Senin pagi waktu Turki di sekitar perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Jalur Gaza. Bambang bersama relawan dan awak lainnya diketahui berada di kapal bernama “Boralize” saat intersepsi berlangsung. (ant/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 8 Juli 2026
28o
Kurs