Jumat, 17 Juli 2026

Iran Tegaskan AS Tak Akan Bisa Kuasai Selat Hormuz Meski Dijatuhi Sanksi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz adalah jalur laut paling vital bagi energi global, di mana sekitar 20 persen konsumsi minyak mentah dunia melintas setiap hari. Foto: Reuters

Otoritas Selat Teluk Persia Iran menegaskan Amerika Serikat (AS) tidak akan mampu menguasai Selat Hormuz, meskipun lembaga tersebut menjadi target sanksi terbaru yang dijatuhkan Washington.

Pernyataan itu disampaikan setelah Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada lembaga tersebut pada, Rabu (27/5/2026). Otoritas itu juga mengecam langkah AS dan menyebut menjadi sasaran negara yang presidennya membanggakan “pembajakan” justru menjadi bukti bahwa mereka menjalankan tugas dengan baik.

“Anda gagal menguasai Selat Hormuz melalui cara militer dan diplomasi, dan Anda juga tidak akan mencapainya melalui sanksi,” tulis Otoritas Selat Teluk Persia Iran melalui akun media sosial X, Jumat (29/5/2026).

Dilansir dari Anadolu, lembaga itu menyatakan tetap menjalankan tugasnya dengan meninjau permohonan kapal-kapal yang hendak melintas serta menerbitkan izin pelayaran bagi kapal-kapal yang tidak dikategorikan sebagai musuh.

Mereka juga mengungkapkan akan segera merilis data statistik terkait bulan pertama operasional lembaga tersebut.

Sebelumnya, Departemen Keuangan AS menuduh Otoritas Selat Teluk Persia Iran berperan sebagai alat pemerasan milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Washington menilai lembaga itu memaksa kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar biaya tertentu.

AS menyebut pungutan tersebut sebagai biaya ilegal dan menuduh lembaga itu memberikan informasi sensitif sebagai imbalan atas jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Dana yang diperoleh dari pungutan itu diduga disalurkan langsung kepada IRGC.

Sementara itu, Scott Bessent Menteri Keuangan AS mengatakan sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya Washington meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Menurutnya, langkah itu juga menjadi peringatan bagi pihak mana pun yang menjalin kerja sama dengan Iran bahwa mereka berpotensi menghadapi sanksi serupa dari AS. (vve/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 17 Juli 2026
31o
Kurs