Selasa, 9 Juni 2026

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Gelombang tinggi di perairan pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT. Foto: ANTARA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada periode 9 hingga 12 Juni 2026.

Gelombang laut diprediksi mencapai ketinggian hingga empat meter di beberapa wilayah perairan, sehingga berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, penangkapan ikan, hingga transportasi laut antarpulau.

Agie Wandala Putra Pelaksana Tugas Direktur Meteorologi Maritim BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi standar keselamatan pelayaran.

“Selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan perahu nelayan. Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran,” kata Agie pada Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan selatan Indonesia.

Daerah yang perlu mendapat perhatian antara lain perairan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu, perairan barat Lampung, hingga Samudra Hindia selatan Pulau Jawa sampai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir dari Antara, BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh pola angin kencang di wilayah selatan Indonesia yang bertiup dengan kecepatan mencapai 25 knot.

Selain perahu nelayan, BMKG juga mengingatkan operator kapal berukuran lebih besar untuk memperhatikan batas aman operasional selama periode cuaca ekstrem.

Untuk kapal tongkang, kondisi berbahaya dapat terjadi apabila kecepatan angin melebihi 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara itu, kapal feri diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila menghadapi kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang yang mencapai lebih dari 2,5 meter.

Menurut BMKG, setiap jenis armada memiliki karakteristik dan batas keselamatan yang berbeda sehingga operator harus menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi cuaca yang berkembang.

Selain wilayah dengan gelombang tinggi, BMKG juga memprediksi gelombang laut berkisar 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah kawasan perairan lainnya.

Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh dan Kepulauan Nias, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Pasifik utara Papua.

Kondisi ini dipengaruhi oleh angin yang bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan mencapai 20 knot.

Berdasarkan analisis Pusat Meteorologi Maritim BMKG, konsentrasi kecepatan angin tertinggi saat ini terpantau berada di wilayah Laut Natuna, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Laut Arafuru.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang sekaligus memperbesar risiko kecelakaan laut apabila aktivitas pelayaran tetap dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

BMKG meminta seluruh pelaku sektor maritim, termasuk nelayan, operator kapal, nakhoda, dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut.

Apabila kondisi cuaca di lapangan telah melampaui batas aman operasional, BMKG menyarankan aktivitas pelayaran ditunda sementara hingga situasi kembali kondusif. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Selasa, 9 Juni 2026
28o
Kurs