Rabu, 10 Juni 2026

Pemprov Jatim Buka 1.100 Beasiswa Santri dan Pesantren, Siapkan Jalur STEM hingga Al-Azhar Mesir

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat membuka kegiatan beasiswa bagi kalangan pesantren di Gedung Setdaporv Jatim, Rabu (10/6/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka program beasiswa khusus bagi santri dan kalangan pesantren dengan total kuota mencapai 1.100 penerima pada tahun 2026.

Program ini menyediakan beasiswa pada jenjang S1, S2, dan S3. Namun pada tahun ini menghadirkan jalur baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Economics, and Mathematics) untuk memperluas peluang profesi santri.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan program tersebut bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi santri dari berbagai pondok pesantren di Jatim

“Kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur, diversifikasi akademik di Jawa Timur dengan memberikan akses para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” ujar Khofifah di Kantor Setdaprov Jatim, Rabu (10/6/2026).

Khofifah menyebut, program beasiswa pesantren telah berlangsung sejak era kepemimpinan Imam Utomo Gubernur Jatim dan terus berkembang pada periode berikutnya.

“Waktu itu S1, kemudian zaman kita meningkatkan S2, kemudian S3, kemudian beasiswa ke Mesir,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Halim Subahar Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim menjelaskan kuota beasiswa STEM tahun ini mencapai 60 orang, terdiri dari 40 penerima untuk jenjang S1 dan 20 penerima untuk jenjang S2.

Selain itu, program beasiswa reguler juga tetap dibuka dengan kuota masing-masing 20 orang untuk S1, 15 orang untuk S2, dan 10 orang untuk S3.

“Jadi semua itu 1.100 ya, termasuk juga di dalamnya itu untuk mahasiswa S2 Al-Azhar itu kuotanya 30,” tuturnya.

Halim menyebut jumlah perguruan tinggi yang mengakses program beasiswa pesantren juga terus bertambah. Tahun ini terdapat 64 perguruan tinggi yang bekerja sama dalam program beasiswa tersebut.

“Khusus tahun ini 64 perguruan tinggi,” jelasnya.

Secara keseluruhan, sejak 2019 hingga sekarang, program beasiswa pesantren Pemprov Jatim telah menjangkau 150 perguruan tinggi, termasuk kerja sama dengan Universitas Al-Azhar yang dimulai pada akhir 2021.

Untuk beasiswa Al-Azhar, calon penerima harus melalui seleksi ketat. Selain menguasai kitab kuning dan bahasa Arab, peserta juga diwajibkan untuk hafalan Al-Qur’an sesuai jenjang pendidikan yang diambil.

“Kalau S1 itu hafalan Quran cukup 5 juz tapi kalau sudah S2 minimal 15 juz nanti selesai itu harus 30 juz. Berarti lulusan Al-Azhar yang S2 semuanya itu sudah hafidz hafidz,” tuturnya.(wld/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Rabu, 10 Juni 2026
30o
Kurs