Sabtu, 20 Juni 2026

Prabowo Didesak untuk Evaluasi Bahlil Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Pemadaman listrik bergilir pada Jumat (19/6/2026) petang di wilayah Ketintang, Surabaya. Foto: Pratama suarasurabaya.net

Institute for Essential Services Reform (IESR) meminta Prabowo Subianto Presiden mengevaluasi kinerja Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusul terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa dalam dua pekan terakhir.

Fabby Tumiwa CEO IESR menilai, gangguan pasokan listrik yang berdampak pada masyarakat tidak lepas dari persoalan tata kelola sektor energi, khususnya keterlambatan penyelesaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang berimbas pada pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Yang pertama, saya kira presiden perlu mengevaluasi kinerja Menteri ESDM. Pangkal masalahnya itu ada di keterlambatan penyelesaian RKAB 2026, yang membuat adanya keterlambatan produksi dan berdampak pada pasokan batubara ke PLTU,” kata Fabby kepada suarasurbaya.net, Sabtu (20/6/2026).

Fabby menilai, kondisi pemadaman disebabkan ketidakmampuan PLN menyediakan pasokan listrik, khususnya di pulau Jawa.

“Memang ada mungkin pembangkit-pembangkit yang ada sedang mengalami perawatan mungkin. Tetapi kalau yang sebenarnya terjadi adalah PLTU-PLTU yang ada di Jawa Bali, itu memiliki ketersediaan bahan bakar yang terbatas. Yang saya maksudkan adalah kalau PLTU adalah batubara ya. Jadi stok batubara di pembangkit dalam dalam situasi kritis, stok batubaranya itu kurang dari 7 hari,” katanya.

Ia mengatakan, pemadaman listrik adalah cara PLN melakukan penghematan penggunaan batubara yang stoknya menipis.

“Dalam jangka pendek jangka pendek itu artinya dalam satu-dua minggu ke depan, itu belum bisa dipastikan bahwa pasokan batubaranya akan pulih. Maka untuk menghemat penggunaan batubara yang tadi stoknya sudah menipis. dilakukan penurunan kapasitas pembangkit,” ungkapnya.

Sebelumnya, Darmawan Prasodjo Direktur Utama PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa dua pekan terakhir.

“Pertama-tama kami atas nama PT PLN Persero ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman gilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” kata Darmawan dalam Konferensi Pers Update Sistem Ketenagalistrikan di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia mengakui pemadaman itu terjadi di tengah berkurangnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik, khususnya batu bara dengan tingkat kalori menengah. Selain itu, juga dipicu kendala teknis dua pembangkit listrik yang dikelola mitranya.

Darmawan mengatakan, dalam pemulihan sistem kelistrikan ini, PLN mendapat dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dirjen Ketenagalistrikan, serta Dirjen Minerba. Ia memastikan pihaknya segera melakukan perbaikan.

“Dengan alokasi medium rank coal atau batubara dengan tingkat kandungan kalori menengah dan juga arahan dari Bapak (Bahlil Lahadalia) Menteri ESDM. PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar,” kata Darmawan. (lea/saf/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 20 Juni 2026
28o
Kurs