Selasa, 30 Juni 2026

BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Antisipasi Kekeringan di Jawa

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Tri Handoko Seto Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG (tengah) menjawab pertanyaan pewarta terkait upaya mitigasi dampak kekeringan musim kemarau di Pulau Jawa, selepas Apel Operasi Distribusi Air Bersih Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 di Gudang Logistik Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). Foto: Antara

BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada awal Oktober mendatang guna mengantisipasi potensi kekeringan air akibat musim kemarau yang diperkirakan lebih panas dan kering di Pulau Jawa.

Tri Handoko Seto Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG menjelaskan, operasi ini penting untuk memperbesar peluang turunnya hujan agar pasokan air ke waduk-waduk penopang pertanian dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan.

“Saat ini waduk-waduk utama di Jawa, seperti di Citarum ada Waduk Saguling, Cirata, Jatiluhur, dan di Brantas di Jawa Timur posisinya masih aman. Tapi nanti di September-Oktober kemungkinan defisit, sehingga awal Oktober akan kita lakukan operasi modifikasi di Jawa,” kata Seto saat dikonfirmasi usai Apel Operasi Distribusi Air Bersih Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 di Gudang Logistik PMI, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pengajuan dokumen operasi sudah dikoordinasikan bersama BNPB, seiring penetapan status tanggap darurat kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Berdasarkan analisis iklim BMKG, wilayah Indonesia bagian barat dan selatan saat ini masih diguyur hujan. Namun mulai Juli hingga pertengahan Oktober, curah hujan diproyeksikan menurun drastis, termasuk di Pulau Jawa, akibat diperparah fenomena El Nino.

“Puncak kekeringan ekstrem ekstrem diprakirakan terjadi pada Agustus dan September, sehingga kesiapsiagaan dari berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk distribusi air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Selain di Jawa, Seto memastikan operasi modifikasi cuaca nasional BMKG juga berjalan paralel untuk menjaga volume air di Danau Toba, Sumatera Utara, serta wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Langkah ini diharapkan dapat mengisi kembali waduk-waduk yang mulai menyusut, sekaligus menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berisiko memicu bencana kabut asap.

“Harapannya operasi modifikasi cuaca ini dapat membantu sektor pertanian serta menopang kelangsungan hidup manusia, terutama saudara-saudara kita di Sumatera dan Kalimantan yang rawan terdampak asap,” kata dia.(ant/iss/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 30 Juni 2026
32o
Kurs