Jumat, 3 Juli 2026

DSDABM Target Proyek Drainase Surabaya Rampung Oktober-November 2026

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kiri ke kanan: Dedy Purwito Kabid Jalan dan Jembatan ⁠Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Ir. Hidayat Syah Kepala DSDABM Kota Surabaya, dan Adi Gunita Kepala Bidang Drainase DSDAMB Kota Surabaya saat mengisi talkhsow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (3/7/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menargetkan sejumlah proyek drainase, saluran, rumah pompa, hingga bozem yang sedang dikerjakan tahun ini bisa selesai sekitar Oktober hingga November 2026 mendatang.

Hidayat Syah Kepala DSDABM Kota Surabaya mengatakan, pengerjaan infrastruktur drainase tersebut mulai berjalan sejak awal April hingga Mei 2026. Namun, memasuki Juni dan Juli, proyek dilakukan secara sporadis di sejumlah titik untuk mengantisipasi genangan dan banjir.

“Jadi sporadis di bulan bulan Juni dengan Juli ini. Nah, kegiatan-kegiatan semacam ini untuk mengantisipasi kalau misalnya yang tadi disampaikan masalah drainase untuk menyelesaikan genangan dengan banjir itu tadi,” kata Hidayat saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, 

Di wilayah Surabaya Timur, proyek dilakukan di kawasan Nginden dekat Stikosa AWS atau sekitar Semolo Waru. Pekerjaan di kawasan ini meliputi pembangunan saluran u-ditch dan rumah pompa.

Selain itu, DSDABM juga menambah pompa di Wonorejo 2 atau Medokan. Kawasan tersebut sebelumnya sudah memiliki bangunan air, tetapi kapasitas pompanya masih perlu diperkuat. “Jadi, sebelumnya sudah ada pompa tapi kita tambah,” tambah Hidayat.

Pekerjaan lain juga dilakukan di kawasan sekitar SMA 14 Surabaya, Tenggilis. Di titik tersebut, DSDABM membangun rumah pompa serta saluran dengan boks dan u-ditch untuk memperkuat aliran air dari kawasan yang sebelumnya sempat tergenang.

“Dekatnya SMA 14 itu juga nanti ada pembangunan rumah pompa dengan u-ditch ya. Jadi kawasan-kawasan di sana yang yang sekarang ini, yang kemarin-kemarin juga ada genangan, memang sebelumnya sudah kita rencanakan tapi pelaksananya di pertengahan tahun ini,” ujarnya.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Prof. Dr. Moestopo, Surabaya dikarenakan adanya pengerjaan proyek saluran. Foto: Agus Toha via WA SS

Hidayat menyebut, DSDABM menargetkan pekerjaan-pekerjaan tersebut selesai pada Oktober atau paling lama November 2026. “Selesainya pun kami inginnya itu direncanakan sekitar bulan Oktober. November paling lama,” katanya.

Sementara di wilayah Utara dan Barat Surabaya, DSDABM juga mengerjakan pemasangan box culvert di Tanjungsari, penggalian dan pembuatan bozem baru, serta pembangunan rumah pompa di Tambak Mayor, termasuk kawasan bawah jembatan layang.

Selain itu, pengerjaan juga dilakukan di Benowo dan Margorejo. Untuk Margorejo, pekerjaan yang dilakukan berupa pemasangan box culvert karena pompa di kawasan tersebut sudah tersedia.

Beberapa titik lain yang juga masuk pekerjaan tahun ini antara lain Jalan Prof. Dr. Moestopo, Panjang Jiwo, Tenggilis, dan Jemursari. Di kawasan-kawasan itu, DSDABM membangun box culvert sebagai bagian dari penguatan sistem drainase kota.

Hidayat menjelaskan, pekerjaan drainase tahun ini menjadi salah satu fokus utama DSDABM. Proyek tersebut dikerjakan dalam rentang sekitar tiga sampai empat bulan. “Masa pengerjaannya 3-4 bulan ini. (Kemaren kepotong musim hujan) jadi butuh sedikit tambahan waktu,” jelasnya. (bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 3 Juli 2026
32o
Kurs