Jumat, 3 Juli 2026

Sony Setop Rilis Game PlayStation Baru dalam Bentuk Disk Mulai 2028

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sony PlayStation 5 baru. Foto: Blog PlayStation Sony PlayStation 5 baru. Foto: Blog PlayStation

Sony menyatakan akan berhenti merilis game PlayStation baru dalam bentuk disk fisik mulai Januari 2028. Keputusan ini menjadi langkah besar Sony menuju ekosistem game yang sepenuhnya digital.

Dalam unggahan di laman resminya, Sony menyebut game PlayStation baru tetap akan dijual melalui ritel. Namun, salinan fisik yang tersedia di toko tidak lagi berisi disk game, melainkan kode unduhan digital.

Sony mengatakan kebijakan itu diambil karena perubahan kebiasaan konsumen dan tren industri hiburan yang semakin bergeser dari produk fisik ke layanan digital.

“Seiring preferensi konsumen dan industri hiburan yang lebih luas terus bergeser dari disk fisik ke digital, ini menjadi arah yang wajar bagi Sony Interactive Entertainment untuk beradaptasi dengan tren konsumen,” kata perusahaan tersebut seperti dikutip Anadolu, Kamis (2/7/2026).

Pengumuman Sony muncul beberapa hari setelah Rockstar Games menyatakan Grand Theft Auto VI juga akan dirilis tanpa disk fisik. Hal ini memperkuat tanda bahwa industri game semakin cepat bergerak menuju distribusi digital.

Meski begitu, keputusan Sony memicu kritik dari sejumlah tokoh industri game dan peritel. Mereka menilai kebijakan tersebut dapat membatasi hak konsumen, terutama dalam hal meminjamkan, menukar, atau menjual kembali game.

Vikki Blake jurnalis game menyebut keputusan itu sebagai “pukulan telak bagi hak konsumen”. Menurutnya, tanpa disk fisik, pemain akan semakin sulit meminjamkan, menukar, atau menjual kembali game. Kebijakan itu juga dinilai dapat menyulitkan upaya pelestarian game.

Sementara Christopher Dring editor The Game Business mengatakan, keputusan Sony cukup mengejutkan meski unduhan digital saat ini sudah menjadi cara dominan pengguna PlayStation membeli game. “Kami masih melihat jutaan demi jutaan game PlayStation terjual sebagai produk fisik,” katanya.

Menurut Dring, kebijakan tersebut akan menjadi tantangan berat bagi peritel yang selama ini masih bergantung pada penjualan game fisik.

Kritik juga datang dari peritel independen asal Amerika Serikat, Lootbox Gaming. Mereka menyebut langkah Sony sebagai “serangan” terhadap gamer, kolektor, dan industri ritel game secara luas.

Meski demikian, Sony memastikan perubahan ini tidak akan memengaruhi game yang sudah dirilis sebelum Januari 2028.

Kebijakan tersebut diumumkan di tengah kritik terhadap aturan konten digital Sony. Sebelumnya, perusahaan mengonfirmasi lebih dari 500 film dan acara televisi yang dibeli melalui PlayStation Store akan dihapus dari pustaka pengguna setelah perjanjian lisensi dengan StudioCanal berakhir.

Sony belum menjelaskan apakah akan menyediakan sistem yang memungkinkan pengguna memindahkan kepemilikan game yang dibeli secara digital. (bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 3 Juli 2026
30o
Kurs