Tren orang tua memilih sekolah swasta menunjukkan perubahan besar dalam peta pendidikan. Di tengah SPMB 2026 dan terbatasnya daya tampung sekolah negeri, sekolah kini tidak lagi hanya dinilai dari status negeri atau swasta, tetapi dari kemampuan memberi rasa aman, nyaman, dan ruang tumbuh bagi anak.
Isa Ansori DPP Koalisi Pegiat Pendidikan Ramah Anak Indonesia menilai, meningkatnya minat orang tua terhadap sekolah swasta merupakan sinyal positif. Menurutnya, masyarakat mulai melihat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dimiliki sekolah negeri.
“Menurut saya ini tren baik. Artinya masyarakat sudah mulai menyadari bahwa pendidikan baik tidak hanya ada di sekolah negeri. Banyak sekolah swasta yang mampu membuktikan bahwa mereka tidak kalah dengan sekolah negeri,” kata Isa dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Selasa (7/7/2026).
Namun, Isa mengingatkan, tidak semua keluarga memiliki keleluasaan yang sama dalam menentukan pilihan sekolah. Bagi sebagian orang tua, sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama karena alasan biaya dan keterjangkauan.
“Tapi pertanyaannya begini, kemampuan memilih itu tidak dimiliki oleh banyak orang. Artinya, saya mau memilih negeri, saya mau memilih swasta, atau saya memilih swasta saja, itu tidak dimiliki oleh semua orang,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

