Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa esensi kepemimpinan perempuan tidak berhenti pada meningkatnya jumlah perempuan yang menduduki posisi strategis. Lebih dari itu, kepemimpinan perempuan harus mampu melahirkan kebijakan publik yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menjadi pembicara utama dalam Women’s Leadership Forum 2026 bertema Breaking Barriers, Building Impact yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-69 Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN RI, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Dalam paparannya bertajuk The Leadership Behind the Impact: Kisah Jawa Timur Membangun Kepercayaan Publik, Khofifah mengatakan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya dari capaian administratif, melainkan sejauh mana kebijakan yang dihasilkan mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Keberhasilan seorang pemimpin sejatinya diukur dari kemampuan menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Forum ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan gender,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, proses pengambilan keputusan di berbagai sektor harus membuka kesempatan yang sama bagi perempuan maupun laki-laki untuk berpartisipasi, berkembang, dan berkontribusi dalam pembangunan.

NOW ON AIR SSFM 100

