Pemerintah Iran menegaskan akan memperlakukan setiap ancaman dari pihak yang dianggap sebagai musuh sebagai ancaman nyata.
Sikap tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel menyusul batalnya rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Brigadir Jenderal Majid Ebn-e-Reza Menteri Pertahanan sementara Iran mengatakan, negaranya tidak akan mengabaikan setiap bentuk ancaman, meski disampaikan dalam bentuk operasi psikologis maupun perang kognitif.
“Pernyataan musuh baru-baru ini, meskipun disampaikan dalam kerangka operasi psikologis dan perang kognitif, tetap kami pandang sebagai ancaman yang nyata dan kredibel,” tulis Ebn-e-Reza melalui akun media sosialnya, Minggu (2/8/2026).
Ia menegaskan Iran tidak akan bersikap lengah ataupun pasif dalam menghadapi situasi tersebut.
NOW ON AIR SSFM 100

