Polda Metro Jaya menemukan 996 senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kombes Pol Budi Hermanto Kabid Humas Polda Metro Jaya merinci, dari seluruh senjata tersebut, 995 merupakan senapan angin, sedangkan satu lainnya berupa senapan tempur combat shotgun jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.
“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA,” katanya dilansir dari Antara, pada Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata api itu ternyata milik pria bernama DS, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020, sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” ucapnya.
Sementara terkait 995 pucuk senapan angin, pihak kepolisian belum membeberkan status kepemilikannya.
“Untuk 995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 milimeter,” jelasnya.
Ratusan pucuk senjata api itu diamankan di gudang Subdit Wasendak Dit Intelkam Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
AKP Joko Adi Wibowo Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan menambhakan bahwa selain menemukan 996 pucuk senjata, tim kepolisian juga menemukan VCD porno serta narkoba di sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
“Jadi, selain barang-barang yang ditemukan di lokasi, juga ada dokumen,” ucapnya.
Ia mengatakan, pihak kepolisian mendapatkan informasi temuan tersebut dari yayasan, kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak yayasan.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berjalan dan dokumen tersebut masih didalami lebih lanjut.
“Terkait dokumen-dokumen ini tentunya penyelidik Satreskrim sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman,” pungkasnya.(ant/ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

