Ancaman kabut asap kembali membayangi Formula 1 Singapore Grand Prix (GP) 2026. Pemerintah Singapura meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan, Indonesia.
Situasi serupa pernah terjadi pada Formula 1 Singapore GP 2019. Saat itu, kualitas udara Singapura memburuk hingga mencapai level tidak sehat selama akhir pekan balapan akibat asap kebakaran hutan dari Indonesia.
Sekitar 268.000 penonton tetap menghadiri balapan tersebut. Namun, penyelenggara menyiagakan petugas pertolongan pertama dan menyediakan masker N95 bagi penonton yang membutuhkan.
Tujuh tahun kemudian, potensi kabut asap kembali menjadi perhatian menjelang Formula 1 Singapore GP. Bahkan, otoritas Singapura menilai risiko tahun ini lebih tinggi.
Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) Singapura sempat meningkat tipis pada akhir pekan, meski masih berada dalam kategori sedang, yakni 51-100.

NOW ON AIR SSFM 100

