Kamis, 20 Agustus 2026

Bencana Alam Bisa Picu Wabah Penyakit, BRIN Soroti Risiko DBD dan Malaria

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Nyamuk Aedes Aegypti yang terlihat terlihat di laboratorium. Foto: Reuters Ilustrasi - Nyamuk Aedes Aegypti yang terlihat terlihat di laboratorium. Foto: Reuters

Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat mengubah keseimbangan lingkungan dan meningkatkan risiko munculnya penyakit menular.

Ristiyanto Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN mengingatkan, perubahan tersebut dapat memicu fenomena amplifikasi ekologi yang berpotensi mendorong wabah penyakit tular vektor.

Dalam diskusi daring mengenai penyakit menular pascabencana di Jakarta, Kamis, Ristiyanto menjelaskan bencana tidak secara otomatis menyebabkan wabah penyakit.

Namun, perubahan lingkungan yang terjadi setelah bencana dapat menciptakan kondisi yang mendukung perkembangbiakan vektor dan reservoir penyakit.

“Jadi ada suatu urutan atau rantai dapat kita lihat secara sederhana. Bencana terjadi, lingkungan berubah, populasi atau distribusi vektor dan reservoir berubah, kontak dengan manusia meningkat, kemudian risiko penyakit ikut meningkat pula,” kata Ristiyanto.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
30o
Kurs