Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat mengubah keseimbangan lingkungan dan meningkatkan risiko munculnya penyakit menular.
Ristiyanto Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN mengingatkan, perubahan tersebut dapat memicu fenomena amplifikasi ekologi yang berpotensi mendorong wabah penyakit tular vektor.
Dalam diskusi daring mengenai penyakit menular pascabencana di Jakarta, Kamis, Ristiyanto menjelaskan bencana tidak secara otomatis menyebabkan wabah penyakit.
Namun, perubahan lingkungan yang terjadi setelah bencana dapat menciptakan kondisi yang mendukung perkembangbiakan vektor dan reservoir penyakit.
“Jadi ada suatu urutan atau rantai dapat kita lihat secara sederhana. Bencana terjadi, lingkungan berubah, populasi atau distribusi vektor dan reservoir berubah, kontak dengan manusia meningkat, kemudian risiko penyakit ikut meningkat pula,” kata Ristiyanto.

NOW ON AIR SSFM 100

