Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup Panti Asuhan Baitul Yatim di Tandes karena tidak berizin, usai terungkapnya kasus pencabulan oleh pengasuh oleh penghuni remaja disabilitas.
Antiek Sugiharti Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya menyebut telah memanggil ketua yayasan dan pengurus panti asuhan pada Kamis (20/8/2026) siang ini.
Mereka mengakui sengaja tidak mengurus perizinan dengan alasan menunggu panti asuhan berkembang.
“Saya tanyakan Bapak Ibu ketika membuat yayasan ini tahu tidak bahwa harus ada perizinan yang dipenuhi. Mereka menyampaikan bahwa tahu gitu. Tapi (saat saya tanya) Ibu sudah melakukan kah proses pendaftaran yayasannya ke Dinas Sosial? Belum. Jadi, memang dia ternyata belum memiliki pendaftaran, belum mendaftarkan yayasannya itu di dinsos dengan alasan karena dia masih mencoba pengin berkembang dulu,” bebernya.
Panti asuhan juga tidak memiliki data administrasi para penghuninya yang keluar dan masuk.

NOW ON AIR SSFM 100

