Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah meningkatnya risiko El Nino dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar daripada nilai hutan atau lahan yang terbakar.
Fakhrul Fulvian Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia mengatakan, dampak karhutla dapat merambat ke berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi hingga produktivitas masyarakat.
“Bencana mempunyai multiplier effect yang sering tidak terlihat pada hari pertama. Awalnya mungkin kebakaran lahan. Setelah itu muncul masalah kesehatan, aktivitas kerja terganggu, sekolah terganggu, transportasi terganggu dan pada akhirnya kegiatan ekonomi dan daya hidup masyarakat ikut melemah,” kata Fakhrul pada Minggu (23/8/2025).
Menurut dia, kabut asap akibat karhutla dapat meningkatkan gangguan pernapasan sekaligus mendorong kenaikan biaya kesehatan masyarakat.
Ketika kualitas udara memburuk, kegiatan belajar mengajar juga berpotensi terganggu dan produktivitas pekerja dapat menurun.

NOW ON AIR SSFM 100

