Senin, 24 Agustus 2026

Apple Cetak Pertumbuhan Penjualan di Tengah Pasar Ponsel yang Lesu

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. iPhone. Foto: Apple

Apple berhasil meningkatkan penjualan ponsel pintarnya di India, Amerika Latin, dan Eropa, di tengah tren penurunan penjualan ponsel global, menurut laporan lembaga riset teknologi Counterpoint Research.

Dilansir Antara dari Macrumors pada Jumat (21/8/2026) waktu setempat, penjualan ponsel pintar di India turun 14 persen pada periode akhir Maret hingga awal Agustus dibandingkan periode sama pada 2025. Penurunan ini berlanjut selama tiga minggu setelah berbagai program promosi besar pada Juli berakhir.

Di tengah kondisi ini, Apple justru mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen, tertinggi dibandingkan merek lain. Counterpoint Research menilai pertumbuhan ini didorong kuatnya permintaan iPhone 17 serta berbagai penawaran harga yang membuat perangkat Apple lebih terjangkau. Sementara itu, Samsung dan Oppo masing-masing hanya mencatat pertumbuhan sekitar 4 persen di pasar India.

Lembaga riset ini menilai program promosi berbagai merek lebih banyak menggeser waktu pembelian konsumen dari sebelum atau sesudah periode promosi, bukan benar-benar memperkuat pasar. Dengan harga perangkat yang terus meningkat, Counterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan menyusut sekitar 13 persen sepanjang 2026.

Sementara di Amerika Latin, penjualan ponsel pintar turun 10 persen pada kuartal kedua 2026 — penurunan tahunan terbesar di kawasan tersebut sejak kuartal ketiga 2023. Apple dan Samsung menjadi dua merek yang masih mencatat pertumbuhan, masing-masing 5 persen dan 6 persen, sementara penjualan Motorola, HONOR, dan Xiaomi menurun.

Pertumbuhan Apple terbantu keputusan perusahaan menanggung kenaikan biaya komponen, sehingga tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. Apple kini menguasai sekitar 51 persen pasar ponsel dengan harga di atas 600 dolar AS (sekitar Rp10 jutaan) di kawasan Amerika Latin.

Kondisi serupa terjadi di Eropa. Penjualan ponsel pintar di kawasan ini turun 10 persen menjadi 35 juta unit pada kuartal kedua — kinerja kuartal kedua terlemah dalam tiga tahun terakhir. Namun, Apple berhasil meningkatkan pangsa pasarnya hingga sembilan poin persentase, kini mencapai 34 persen, setara dengan Samsung. Xiaomi berada di posisi berikutnya dengan pangsa 15 persen, sementara tidak ada merek lain yang memiliki pangsa lebih dari 4 persen.

Counterpoint Research memperkirakan pasar Eropa masih akan mengalami penurunan karena ketersediaan perangkat makin terbatas, meski Apple diperkirakan tetap mampu mencatat kinerja baik di kawasan tersebut.

Berbeda dari India, Amerika Latin, dan Eropa, pasar China masih menjadi tantangan bagi Apple. Penjualan ponsel pintar di negara ini turun 8,6 persen dalam 30 minggu pertama 2026, kembali mencatat penurunan dua digit setelah berakhirnya festival belanja 618 yang sebelumnya mendorong penjualan.

Penjualan ponsel Apple juga mulai melambat sejak Juli, setelah sejumlah toko gawai mengurangi diskon. Sebagian permintaan konsumen selama musim panas juga dinilai sudah terserap ketika program promosi berlangsung. Counterpoint Research memperkirakan kondisi ini akan bertahan hingga Apple memperkenalkan jajaran iPhone generasi terbaru.

Sementara itu, Huawei masih memimpin pasar China dengan menguasai lebih dari seperlima penjualan mingguan sejak April. Counterpoint Research memperkirakan keterbatasan pasokan memori dan harga komponen yang tinggi masih akan berlangsung hingga akhir 2026, dengan pemulihan pasar secara penuh baru terjadi paling cepat pada 2028.

Apple sendiri diprediksi memperkenalkan jajaran iPhone terbaru pada September, mencakup iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 24 Agustus 2026
28o
Kurs