Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (27/8/2026), bergerak melemah menjadi Rp17.775 per dolar AS.
Rully Nova Analis Bank Woori Saudara menyatakan rupiah melemah seiring indeks dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS jangka pendek yang meningkat.
“Indeks dolar naik 0, 25 persen menjadi 99,11, sementara obligasi pemerintah AS 1 dan 5 tahun naik masing-masing 5,9 basis points (bps) dan 3,3 bps menjadi 6,74 persen dan 6,89 persen sebagai antisipasi kenaikan suku bunga oleh The Fed di akhir tahun ini,” katanya, melansir Antara, Kamis (27/8/2026).
Selain itu, pasar juga dibuat wait and see oleh pidato Kevin Warsh Gubernur The Fed di Simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026) yang akan membicarakan inflasi AS.
Angka Personal Consumption Expenditures (PCE) AS sendiri mulai menjinak jadi 3,3 persen, tetapi masih jauh dari target inflasi sebesar 2 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

