Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya meluruskan informasi mengenai patahan atau sesar di wilayah Surabaya yang belakangan ramai beredar di media sosial karena disebut berpotensi menyebabkan gempa dalam waktu dekat.
Informasi itu sebelumnya ramai, setelah sebuah video di media sosial menyebut adanya sesar aktif Surabaya-Madura yang membentang sekitar 90 kilometer dari Bangkalan, melintasi Surabaya hingga Sidoarjo.
Dalam video itu, sejumlah kawasan di Surabaya disebut berada di jalur patahan tersebut, mulai Kenjeran, Karangasem, Dharmawangsa, Jalan Nias, WR Supratman, Diponegoro, Surabaya Barat hingga Sumur Welut.
Terkait hal ini, Yanu Mardianto Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya mengatakan, pihaknya langsung melakukan konfirmasi kepada kementerian terkait untuk memastikan dasar data yang digunakan dalam informasi tersebut.
Hasil konfirmasi itu, BPBD Surabaya menemukan adanya perbedaan informasi mengenai jumlah patahan antara data Kementerian ESDM dengan Pusat Gempa Nasional Kementerian PU.

NOW ON AIR SSFM 100

