Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mendorong penguatan budaya literasi anak tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga dilanjutkan dengan memahami, mengeksplorasi, dan mengolah pengetahuan menjadi sebuah karya.
Novelija Sekretaris Dispusip Kota Surabaya, mengatakan penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi antara sekolah dengan perpustakaan dan Taman Baca Masyarakat (TBM).
“Budaya literasi membutuhkan ekosistem, di mana sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sekolah membangun proses belajar yang terstruktur, sementara perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber belajar sekaligus ruang bagi anak untuk bereksplorasi,” katanya saat menerima penyerahan buku karya murid Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya untuk Perpustakaan Umum Surabaya dan TBM Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Karya murid yang diserahkan ke perpustakaan umum Kota Surabaya terdapat tiga judul buku, yakni “Minggu yang Menyenangkan” karya Alicia Georgia Marcia Oscar untuk jenjang primary, “Panen Kekuatan Rahasia” karya Aireen Angelie Effendy, serta “Di antara Ombak dan Bisikan” karya Annabel Gladys Tjipto untuk jenjang secondary.
Ketiga buku tersebut merupakan hasil Writing Competition yang diselenggarakan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular. Karya yang terpilih kemudian dikembangkan bersama guru melalui proses pengembangan ide, penulisan, hingga revisi.

NOW ON AIR SSFM 100

