Sebanyak 3.185 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menyumbangkan pembalut, popok, dan boneka untuk perempuan serta anak-anak korban bencana Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejumlah kebutuhan yang kerap luput dari perhatian itu, disalurkan kepada korban bencana NTT melalui relawan mahasiswa Umsura dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur.
Prof. Mundakir Rektor Umsura mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus yang tidak hanya menggalang bantuan, tetapi juga menghadirkan mahasiswa secara langsung dalam proses pendampingan masyarakat terdampak bencana.
“Di sini membuka open recruitment Aksi Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) untuk NTT, jadi yang diberangkatkan nanti dari beragam jurusan dan tentu kegiatan ini akan dikonversikan sebagai agenda KKN,” katanya dalam pembukaan Mastama, Ordik, dan Expo UKM (MOX) 2026 di Umsura, Surabaya, pada (14/9/2026).
Mundakir menjelaskan, aksi kemanusiaan berfokus pada isu perempuan dan anak karena mereka merupakan kelompok rentan dalam situasi bencana seiring dengan mendesaknya kebutuhan dan risiko yang spesifik.

NOW ON AIR SSFM 100

