Ia mengingatkan, anak-anak korban bencana tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga, lingkungan bermain, sekolah, rutinitas, rasa aman, bahkan benda-benda yang selama ini memberikan kenyamanan.
“Dalam konteks psikologi kebencanaan, boneka dapat menjadi bagian dari dukungan psikososial. Boneka bisa menjadi media bagi anak untuk bercerita, bermain peran, memproyeksikan rasa takut atau marah, membuat cerita tentang bencana, atau sekadar memeluk ketika merasa cemas,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan bantuan kebencanaan perlu melihat kebutuhan spesifik masing-masing kelompok, bukan hanya dari kebutuhan yang bersifat umum.
“Perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam setiap tahapan penanganan agar bantuan dan perlindungan dapat diberikan secara tepat sasaran,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

