Paparan abu vulkanik tidak hanya menyebabkan batuk atau sesak napas dalam jangka pendek.
Jika berlangsung dalam waktu lama, debu yang mengandung silika kristalin berisiko memicu silikosis, penyakit paru kronis yang menyebabkan terbentuknya jaringan parut permanen pada paru-paru.
Menurut dr. Venny Singgih, Sp.P., spesialis pulmonologi dan respirasi sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Petra, material vulkanik hasil erupsi terdiri atas partikel dan gas.
Dari komponen partikel, debu berukuran sangat kecil atau respirable dust menjadi salah satu yang perlu diwaspadai karena dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru.
Partikel tersebut antara lain berukuran PM10 dan PM2,5 yang mampu menembus saluran pernapasan bawah hingga alveoli atau gelembung paru.

NOW ON AIR SSFM 100

