Minggu, 8 November 2026

Aneurisma Otak Bisa Jadi “Bom Waktu”, Prof. Groen Bahas Teknologi Penanganannya

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Kuliah tamu bertajuk “Current Treatment of Intracranial Aneurysms” itu menghadirkan Prof. Rob J.M. Groen, MD., Ph.D., guru besar dan pakar bedah saraf dari University of Groningen, Belanda, di FK Unair, Senin (21/9/2026). Foto: FK Unair

Aneurisma intrakranial atau pelebaran dinding pembuluh darah di otak menjadi perhatian dalam guest lecture Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya.

Kuliah tamu bertajuk “Current Treatment of Intracranial Aneurysms” itu menghadirkan Prof. Rob J.M. Groen, MD., Ph.D., guru besar dan pakar bedah saraf dari University of Groningen, Belanda.

Prof. Groen yang juga menjadi Adjunct Professor FK Unair sejak Februari 2024, memaparkan perkembangan penanganan aneurisma intrakranial, mulai dari teknik bedah terbuka hingga metode endovaskular yang minim invasif.

Dalam paparannya di Hall AMEC Lantai 2 FK Unair, Prof. Groen menjelaskan aneurisma intrakranial merupakan kondisi serius karena pembuluh darah yang melebar dapat pecah dan menyebabkan perdarahan di sekitar otak.

“Aneurisma intrakranial, yaitu pelebaran atau penonjolan dinding pembuluh darah di otak, memerlukan penanganan presisi dan cepat. Kondisi ini sering kali dijuluki sebagai ‘bom waktu’ karena risiko pecahnya pembuluh darah dapat berakibat fatal,” ujar Prof. Groen.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Minggu, 8 November 2026
29o
Kurs