Jumat, 9 Oktober 2026

Polisi Usut Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bekasi, Korban Lebih dari 10 Orang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: iStock

Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Pidana Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Bekasi Kota mengusut dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren (Ponpes) wilayah Bekasi Selatan.

Kompol Rosdiana Sirait Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Metro Bekasi Kota mengatakan, sejauh ini polisi telah mengidentifikasi lebih dari 10 orang yang diduga menjadi korban. Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan keluarga salah satu korban pada Rabu (7/10/2026).

“Berdasarkan keterangan awal, korban diduga mengalami kekerasan seksual secara berulang sejak tahun 2023 hingga September 2026,” kata Rosdiana dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/10/2026) dikutip Antara.

Rosdiana menjelaskan, perkara itu terus berkembang setelah kepolisian menerima informasi adanya korban lain yang diduga mengalami perbuatan serupa.

“Untuk sementara, kami telah mengidentifikasi lebih dari 10 orang yang diduga menjadi korban. Jumlahnya masih bisa bertambah karena penyidik terus mendalami keterangan dan informasi yang masuk,” ujarnya.

Untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh, penyidik telah memeriksa para korban, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memfasilitasi pemeriksaan medis untuk kepentingan pembuktian.

Rosdiana menegaskan, kepolisian menangani kasus tersebut secara serius dan berhati-hati, mengingat terdapat korban di bawah umur. Polisi juga menjamin kerahasiaan identitas para korban selama proses hukum berlangsung.

Selain penegakan hukum pidana, Polres Metro Bekasi Kota menyiapkan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) setempat untuk memberikan asesmen serta pendampingan pemulihan psikologis bagi korban.

“Kami ingin memastikan para korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak menyebarluaskan identitas maupun informasi pribadi korban,” ucap Rosdiana. (ant/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 9 Oktober 2026
30o
Kurs