Selasa, 21 Juli 2026

PBNU Dorong Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Pesantren untuk Cegah Kekerasan Seksual

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/7/2026). Foto: Istimewa

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Gerakan Maslahat Keluarga Nahdlatul Ulama (GKMNU) menegaskan pentingnya implementasi pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang aman, sehat, dan ramah bagi para santri.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri yang berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini dihadiri para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Alissa Qatrunnada Wahid Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Masyarakat mengatakan, meningkatnya kasus kekerasan, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren, menjadi salah satu alasan utama pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi diperkuat.

Menurut Alissa, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan penindakan. Yang tak kalah penting adalah membangun pemahaman sejak dini mengenai kesehatan reproduksi agar para santri memiliki pengetahuan yang benar serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Ia juga menyoroti masih kuatnya stigma di masyarakat yang menganggap kesehatan reproduksi hanya berkaitan dengan perilaku seksual. Padahal, cakupan isu tersebut jauh lebih luas, mulai dari pencegahan anemia pada remaja, kesehatan ibu dan bayi, hingga persiapan generasi muda menjadi calon orang tua yang sehat.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 21 Juli 2026
28o
Kurs