Prof. Unggul Heriqbaldi Ketua Pusat Satu Data dan Kecerdasan Digital (Pusaka) Universitas Airlangga (Unair) mengatakan, pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa membenahi kualitas data terlebih dahulu.
Pengembangan AI, kata dia, membutuhkan tata kelola data yang berkualitas sebagai fondasi utama, karena data yang rapi, konsisten, dan terstruktur menjadi syarat teknologi AI bisa menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi pendidikan maupun masyarakat luas.
Unggul mengatakan, Unair memilih memperkuat tata kelola dan arsitektur data di lingkungan kampus sebelum mengembangkan berbagai produk berbasis kecerdasan buatan.
“AI ini akan punya banyak manfaat manakala data yang dimiliki sudah rapi, berkualitas, dan konsisten. Oleh karena itu, langkah Unair tidak langsung loncat ke AI, tetapi memperbaiki dulu tata kelola data, arsitektur data di universitas. Dari situ tadi produk-produk kita kembangkan,” katanya dalam Campus Data Week di Unair, Surabaya, Selasa (27/10/2026).
Ia mengatakan, pengembangan ekosistem AI juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan industri hingga pemerintah daerah untuk mencari solusi atas persoalan yang dapat ditangani melalui pemanfaatan data dan AI.
NOW ON AIR SSFM 100

