Bintang Timur Surabaya (BTS) mempertanyakan dukungan Federasi Futsal Indonesia (FFI) terhadap klub yang akan membawa nama Indonesia di ajang internasional Intercontinental Futsal Cup pada 14–19 November 2026 di Arena Cláudio Petrycoski, Pato Branco, Paraná, Brasil.
Dimas Bagus Kurniawan pemilik BTS mengungkapkan bahwa seluruh kebutuhan keberangkatan tim masih ditanggung secara mandiri oleh manajemen klub.
“Untuk keberangkatan ke Brasil, kami masih berjalan sendiri. Artinya, tidak ada sama sekali bantuan dari federasi. Semua kebutuhan kami tangani sendiri,” kata Dimas di Surabaya, Kamis (5/11/2026) malam.
Ia menjelaskan bahwa manajemen BTS harus mengurus seluruh kebutuhan perjalanan dan persiapan tim secara mandiri. Padahal, jadwal keberangkatan menuju Brasil direncanakan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.
“Sejauh ini BTS yang mengurus sendiri semua keikutsertaan. Mulai dari komunikasi ke penyelenggara, surat ke KBRI Brasilia pun BTS Yang mengurus. Pihak federasi (FFI.red) tidak responsibility-nya sama sekali,” ungkap Dimas.
“Saya berharap ke depan ini bisa dipertimbangkan oleh federasi. Bahwa klub memang sudah berbuat banyak untuk federasi. Klub sudah menyumbangkan banyak pemain-pemain timnas, tetapi apa yang bisa diperbuat untuk klub? Mohon maaf, masih belum ada sejauh ini,” keluh Dimas.
Persoalan lain muncul setelah pihak klub menerima informasi mengenai kerusakan bandara tujuan, yakni Bandara Chapecó, akibat terjangan tornado pada Rabu (4/11/2026) pagi waktu setempat. Kondisi tersebut membuat kepastian perjalanan BTS ke Brasil masih belum dapat ditentukan.
Dimas mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari panitia penyelenggara terkait situasi bandara dan kelanjutan agenda keberangkatan.
“Mohon maaf bila misalnya nanti BTS tidak bisa berangkat ke Brasil. Mungkin karena satu dan lain hal, terutama komunikasinya juga susah. Yang kedua bandara yang di kita tuju sekarang lagi terkena tornado dan mustahil kita untuk reroute karena semua organize kita dengan panitia, klub sendiri yang yang berusaha bukan dari federasi yang menjembatani ini semuanya,” tegasnya.
Sementara itu, Dimas juga turut menyampaikan pandangannya mengenai desakan sejumlah anggota untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Dimas menyatakan mendukung aspirasi tersebut. Menurut Dimas, sejumlah klub peserta kompetisi futsal juga telah menyuarakan keinginan serupa sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan dalam pengelolaan organisasi futsal nasional.
“Memang seharusnya terjadi supaya kita bisa lebih baik ke depannya. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi,” ujarnya. (saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

