Jumat, 6 November 2026

Pemkot Surabaya Tuntaskan Pembangunan Lima Rumah Pompa 20 November 2026

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Hidayat Syah Kepala DSDABM Kota Surabaya (kiri) ketika ditemui di depan kantornya pada Senin (24/8/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menarget pembangunan lima rumah pompa tuntas 20 November 2026.

Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengatakan, progres pembangunan lima rumah pompa mencapai sekitar 85–90 persen.

Sebagian besar unit pompa telah terpasang, termasuk jaringan pipa pendukung untuk mengalirkan air menuju saluran pembuangan.

“Pekerjaan rumah pompa kita itu rata-rata sudah 85 persen. Pompa itu sudah ada di sana, dan juga pipa sudah terpasang. Kebanyakan seperti itu,” kata Hidayat, Jumat (6/11/2026).

Ia merinci, lima rumah pompa itu berada di kawasan Nginden Intan Timur depan kampus Stikosa AWS, Panjang Jiwo, Tambak Segaran, Dharmahusada, dan Tanjungsari.

Khusus Tanjungsari, lanjutnya, pembangunan dilengkapi bozem atau kolam penampungan air serta penambahan satu unit pompa di kawasan pertigaan.

Hidayat menargetkan, pekerjaan selesai pada 20 November 2026. Setelah itu, seluruh unit memasuki tahap commissioning atau pengujian untuk memastikan pompa dan jaringan pendukungnya berfungsi sesuai perencanaan.

“Dan kita berharap tanggal 20 November ini sudah mulai commissioning. Supaya nanti pada saat 1 Desember, Pak Wali sudah mulai keliling untuk mencoba benar-benar apakah pompanya berfungsi atau tidak,” jelasnya.

Di luar pembangunan rumah pompa, Pemkot Surabaya juga mempercepat pembangunan shortcut saluran untuk mengatasi persoalan genangan di Semolowaru, Nginden, dan sekitarnya yang selama ini memiliki jalur aliran air cukup panjang sehingga kerap mengalami peningkatan debit air meskipun hujan turun dalam waktu relatif singkat.

“Kalau tidak, kita terpaksa tiga saluran itu kita kasih rumah pompa semua. Itu juga biayanya lebih tinggi. Jadi kita ambil, tarik, dan shortcut-kan semua ke sana,” ungkapnya.

Pembangunan tersebut dilengkapi pintu air di saluran Semolowaru serta konstruksi box untuk mengalirkan air menuju jalur baru.

Melalui sistem tersebut, kapasitas aliran yang disiapkan diproyeksikan mencapai 23 meter kubik per detik.

“Harusnya pekerjaan ini selesai tahun depan, tetapi kami kebut karena Pak Wali memang meminta tahun ini harus selesai. Alhamdulillah, pihak kontraktor konsisten dan pihak Gereja Bethany Nginden juga memberikan dukungan,” katanya.

Hidayat menambahkan, pembangunan rumah pompa dan jaringan drainase pendukung itu membutuhkan pekerjaan konstruksi yang cukup kompleks.

Salah satunya pemasangan pipa berkapasitas aliran sekitar 3 hingga 5 meter kubik per detik, lebih besar dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berkisar 1 hingga 2 meter kubik per detik.

“Pemasangan pipa berkapasitas besar membutuhkan penggalian badan jalan. Karena itu, pengerjaan harus menyesuaikan kondisi lalu lintas dan aktivitas warga, termasuk waktu ibadah, tanpa mengabaikan target percepatan proyek,” pungkasnya.(lta/kir/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Jumat, 6 November 2026
31o
Kurs